Farid Wajidi Pertanyakan Arah Perjuangan Pengurus ABAS


TAPAKTUAN (Waspada.id): Tokoh masyarakat Barat Selatan Aceh (Barsela), Farid Wajidi, mempertanyakan konsistensi sejumlah pengurus Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3-ABAS), yang dinilai lebih bersemangat menyuarakan kepentingan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), ketimbang memperjuangkan keutuhan wilayah ABAS.
Farid menilai, sikap tersebut kontradiktif dengan mandat perjuangan pemekaran ABAS, terutama terkait aspirasi masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam, yang menginginkan kedua daerah itu masuk dalam wilayah calon provinsi tersebut.
"Pengurus KP3-ABAS seharusnya berada di garda terdepan, memperjuangkan dan mempertahankan delapan kabupaten/kota dalam rancangan ABAS, bukan justru terkesan menjadi corong atau juru bicara ALA," tegas Farid, Senin (2/11).
Menurutnya, Aceh Singkil dan Subulussalam memiliki ikatan historis, budaya, geografis dan emosional yang kuat dengan Barsela. Karena itu, pengeluaran kedua daerah tersebut dari peta perjuangan ABAS, harus disertai alasan yang rasional dan berpihak pada kepentingan masyarakat. "Jika sejarah, budaya dan kedekatan geografis menjadi dasar perjuangan ABAS, lalu apa alasan strategis Aceh Singkil dan Subulussalam tidak lagi dipertahankan?" ujarnya.
Farid juga mengkritik respons T. Sukandi, terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa Aceh Singkil, khususnya penggunaan istilah "provokator" terhadap pihak yang menyampaikan kritik.
Ia mengingatkan, kritik dan penyampaian pendapat, merupakan bagian dari demokrasi, yang harus dijawab dengan argumentasi, bukan pelabelan yang berpotensi mendiskreditkan pihak berbeda pandangan. "Jangan alergi terhadap kritik. Masyarakat dan mahasiswa berhak mempertanyakan masa depan daerahnya. Jawab substansinya, bukan justru memberi label kepada mereka," katanya.
Farid menegaskan, perjuangan pemekaran ABAS, bukan milik segelintir pengurus atau tokoh, melainkan aspirasi kolektif masyarakat Barsela.
Karena itu, KP3-ABAS dituntut terbuka menjelaskan arah perjuangan dan alasan tidak dipertahankannya Aceh Singkil serta Subulussalam, dalam rancangan wilayah ABAS. "Jangan sampai pengurus yang seharusnya memperjuangkan ABAS, justru lebih bersemangat membela kepentingan ALA. Masyarakat berhak mengetahui ke mana sebenarnya arah perjuangan ini," pungkas Farid.(id82)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda