FEBI IAIN Langsa Gelar Konferensi Internasional, 238 Penulis dari Empat Negara Berpartisipasi


LANGSA (Waspada.id): Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar 2nd International Conference on Sharia Economics and Business Innovation (2ICSEBi) 2026 pada 21–22 Oktober 2026. Konferensi internasional tersebut menjadi upaya memperkuat peran ekonomi Islam dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang mengusung tema “Advancing Eco-Inclusive and Sustainable Development through Cross-Sectoral Innovation: Integrating Islamic Finance, Digital Economy, Ecological Stewardship, and Contemporary Social Science” itu melibatkan 238 penulis dari 49 institusi di empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Spanyol, dan Finlandia.
Ketua panitia, Nanda Safarida, M.E., melaporkan bahwa konferensi tahun ini menerima 74 artikel ilmiah. Artikel-artikel tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran gagasan, hasil penelitian, dan inovasi di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Dekan FEBI IAIN Langsa, Dr. Muhammad Amin, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghasilkan pemikiran dan inovasi ekonomi Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Pertumbuhan harus sesuai dengan penjagaan lingkungan dan ekologi, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama,” ujarnya.
Menurut Amin, pengembangan ekonomi Islam perlu mampu menjawab berbagai tantangan kontemporer, mulai dari perkembangan teknologi digital, ketimpangan sosial, hingga persoalan lingkungan. Namun, seluruh upaya tersebut tetap harus berlandaskan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab terhadap alam.
Melalui 2ICSEBi 2026, pihaknya berharap kontribusi akademik dapat semakin diperkuat untuk melahirkan model pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan pemerataan manfaat dan keberlanjutan.
Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan dan keuntungan. Menurutnya, pembangunan harus berpijak pada etika ekonomi Islam, keadilan sosial, kelestarian lingkungan, serta kemaslahatan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ekologis, termasuk kebakaran hutan dan lahan, menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dampak kerusakan ekologis bahkan dapat melampaui batas wilayah dan negara sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih bertanggung jawab.
Bahas Keuangan Islam hingga Ekonomi Digital
Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. Mereka antara lain Prof. Ari Warokka dari Universidad Autónoma de Madrid, Spanyol, yang juga dikaitkan dengan Busan International College, Tongmyong University, Korea Selatan; Mohsin Abdur Rehman, Ph.D., dari University of Oulu, Finlandia; Assoc. Prof. Mohd Syakir Mohd Rosdi dari Universiti Sains Malaysia; Fadhil Ilyas, S.H., M.H., Presiden Direktur Bank Aceh Syariah; serta Dr. Muhammad Riza, M.A., dari IAIN Langsa.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya keuangan Islam dan investasi hijau, ekonomi digital dan inklusi keuangan, perbankan ramah lingkungan, industri halal, ekonomi sirkular, kebijakan publik, maqashid al-syariah, serta ketahanan masyarakat.
Agenda hari pertama diisi dengan pembukaan dan sesi pembicara utama, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan presentasi paralel hasil penelitian para peserta.
Pelaksanaan 2ICSEBi merupakan kelanjutan konferensi edisi pertama yang diselenggarakan pada November 2025. Selain menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, forum ini dirancang untuk memperluas kolaborasi akademik dan menghubungkan temuan ilmiah dengan kebutuhan nyata masyarakat serta pelaku ekonomi Islam.
Melalui kegiatan tersebut, FEBI IAIN Langsa menegaskan komitmennya menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kerja sama internasional. Keterlibatan peneliti dari empat negara diharapkan memperkaya kajian ekonomi Islam sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan solusi nyata bagi pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (id94)
Berita Terkait















































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda