Breaking News
Memuat breaking news...

Festival Lagu Pakpak Solo, Wadah Pengembangan Warisan Sukses

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 - 5.18 PM WIB
Festival Lagu Pakpak Solo, Wadah Pengembangan Warisan Sukses
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PAKPAK BHARAT (Waspada.id): Dua hari gelar Festival Lagu Pakpak Solo di lokasi eluh bru Tinambunen, Delleng Simpon, Desa Ulumerah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat sebagai wadah pengembangan warisan seni, Sabtu dan Minggu (11-12/7) sukses.

Pengada acara, Saringar Berutu dikonfirmasi Waspada.id, sebut tujuan festival mengembangkan, mempopulerkan dan melestarikan warisan seni budaya tarik suara serta lagu-lagu Pakpak agar tetap eksis di tengah masyarakat luas.

Dikatakan, 20-an peserta festival berasal dari sejumlah daerah tetangga, seperti Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam, Aceh.

Untuk lagu wajib pria Cikala Le Pongpong, ciptaan Daulat Padang dan Pelleng Sicina Mbara, ciptaan Sariaman Sinamo, lalu peserta wanita Pantar Silang, ciptaan Rajin Tinambunen dan Lae Une, ciptaan Esron Kaloko/Hilman Padang. Lagu pilihan, pria dan wanita, Gadong Tinutung, ciptaan Sedekia Padang Bth.

Dewan juri pada festival bertema 'Bage ate rezeki, bage tenah sodip' menetapkan lima besar peserta terbaik, yakni Daniel Ginting asal Salak, Pakpak Bharat sebagai Juara I, Rita Sihotang, Andri Tumanggor keduanya asal Kelasen, Humbahas sebagai Juara II dan III, Alzaidin Sambo asal Kota Subulussalam Juara IV dan Entiana Berutu, asal Aceh Singkil, Juara V.

Selain piagam penghargaan, kelima finalis diberi uang pembinaan, yakni Rp3 juta untuk Juara I, Rp2 juta Juara II Rp1 juta Juara III, Rp700 dan Rp500 ribu Juara IV dan V.

"Juga ada hadiah hiburan bubuk kopi dalam kemasan dari sponsor Aloi Kopi," kata Saringar, sampaikan apresiasi kepada Pemkab Pakpak Bharat, dinilai turut menyukseskan festival di sana

Dikatakan, selain Ketua DPRD Pakpak Bharat, Elson Angkat dan Kadis Kebudayaan, Maringan Bancin, turut hadir sejumlah tokoh Pakpak selama dua hari rangkaian festival.

Pihaknya berharap, festival serupa ke depan bisa lebih semarak.

"Selaku pengada acara, kami mengapresiasi DPRD dan Pemkab Pakpak Bharat, unsur tokoh Pakpak dan sejumlah pihak yang tidak bisa disebut, khusus dewan juri Karolina Banurea, Dewi Padang dan Tagot Kabeaken," tegas Saringar.

Terpisah, seorang pengunjung kepada Waspada.id menilai jika festival ini menjadi penting karena terkait dengan pelestarian budaya.

"Kita apresiasi, masih ada generasi Pakpak peduli untuk mengadakan festival ini," kata sumber, berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan daerah. (id130)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement