Breaking News
Memuat breaking news...

Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026: Indonesia vs China

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 7.10 PM WIB
Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026: Indonesia vs China
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Tim beregu putra bulutangkis Indonesia akan jumpa China pada final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9).

Pertemuan ini tak terhindarkan setelah China menang 3-1 atas India pada babak semifinal, Rabu (23/9). China membuka kemenangan lewat Shi Yuqi, 21-16, 21-18, atas Lakshya Sen.

Pada pertandingan kedua ganda Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai menang 2-0 (21-11, 22-10) atas Liang Weikang/Wang Chang.

Selanjutnya pada pertandingan ketiga, China memimpin lagi,2-1. Kedudukan tersebut tercipta setelah Li Shifeng menang dua gim langsung (21-19, 21-13) atas Ayus Shetty.

Pada laga keempat, ganda Hariharan Amsakarunan/R Arjun Madathil kalah 16-21, 21-17, 19-21 dari He Ji Ting/Liu Yi. Kemenangan ini membuat China unggul 3-1.

Dengan ini China akan berhadapan dengan Indonesia pada babak final. Sebelum China lolos ke final, Indonesia terlebih dahulu lolos ke final usai mengalahkan Thailand, 3-1.

Indonesia tertinggal 0-1 setelah Joanatan Christie kalah 17-21, 14-21 dari Kunlavut Vitidsarn. Indonesia lantas menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat ganda putra.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang dua gim langsung (21-13, 21-19) atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul. Pertandingan ini berjalan dengan sengit.

Selanjutnya Indonesia menang lewat Alwi Farhan yang menang 2-0 (21-15, 21-13) atas Purirat Arree. Dan terakhir Leo Rolly Carnando/Daniel Martin juga menang 2-0 atas ganda Thailand. (id08/cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement