FMIPA Unsri Kembangkan EL-SIBERUNG Berbasis AI, Perkuat Kompetensi Guru Pendidikan KhususFMIPA Unsri Kembangkan EL-SIBERUNG Berbasis AI, Perkuat Kompetensi Guru Pendidikan Khusus

PALEMBANG (Waspada.id): Sebuah langkah inovatif lahir dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya (Unsri). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, Unsri resmi meluncurkan EL-SIBERUNG (E-Learning Sistem Belajar Ramah Tuna Rungu), platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi guru pendidikan khusus di Zona Palembang.
EL-SIBERUNG hadir bukan sekadar sebagai produk digital, melainkan sebagai jembatan yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, visual, interaktif, dan inklusif bagi peserta didik tunarungu. Peluncuran dilakukan pada 6 Agustus 2026 di SLB Negeri Pembina Palembang, diikuti guru-guru SLB-B dari berbagai sekolah di Palembang dan sekitarnya.
Ketua tim program, Assoc. Prof. Dr. Anita Desiani, S.Si., M.Kom., melalui siaran pers yang dikirim kepada Waspada.id, Jumat (14/8/26) siang, menegaskan bahwa pengembangan EL-SIBERUNG berangkat dari kebutuhan menghadirkan ruang belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik tunarungu.
“Teknologi AI tidak boleh berhenti sebagai simbol kemajuan digital, tetapi harus menjadi instrumen yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang ramah, adaptif, dan bermakna,” ujarnya.

Platform ini mengintegrasikan materi visual, video pembelajaran, media interaktif, serta teknologi AI. Dengan perpaduan tersebut, guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menyusun dan menyampaikan materi, sementara peserta didik memperoleh ruang belajar yang lebih sesuai dengan cara mereka memahami informasi.
Anita menekankan, teknologi hanyalah alat. “Guru merupakan aktor penting dalam memastikan teknologi benar-benar memberi dampak di ruang kelas. Kualitas pembelajaran tetap bergantung pada kemampuan guru membaca kebutuhan peserta didik dan memanfaatkan teknologi secara kreatif,” katanya.
Karena itu, program ini tidak berhenti pada peluncuran platform, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan hingga September 2026. Guru dibekali keterampilan menyusun konten digital berbasis visual, memanfaatkan AI, dan membangun keberanian untuk mengeksplorasi teknologi sesuai kebutuhan peserta didik.
EL-SIBERUNG juga diarahkan menjadi ruang belajar bersama bagi guru KKG-PK Zona Palembang. Platform ini diharapkan berkembang sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarguru dari berbagai SLB.
Kolaborasi menjadi kunci utama. Unsri menghadirkan dukungan keilmuan dan teknologi, sementara KKG-PK Zona Palembang bersama SLB Negeri Pembina membawa pengalaman langsung dari ruang kelas. Dukungan Kemendiktisaintek memperkuat ekosistem agar inovasi ini memberi dampak lebih luas.
Tim FMIPA Unsri menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra atas dukungan dan keterlibatan aktif. Anita berharap EL-SIBERUNG dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak berhenti sebagai produk teknologi, tetapi tumbuh menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari.
“Keberhasilan sebuah inovasi tidak diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari sejauh mana ia mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas. Di titik itulah teknologi menemukan maknanya: sebagai jembatan yang membantu guru menjangkau setiap peserta didik,” pungkasnya. (id70).
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda