Forkom IJK Goes to Deliserdang, Bupati Dorong Mahasiswa Cakap Mengelola Keuangan


LUBUKPAKAM (Waspada.id): Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, mendorong mahasiswa meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan agar mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak.
Hal itu katakan Asri Ludin Tambunan saat hadir pada kegiatan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (IJK) Goes to Deliserdang di Institut Kesehatan Medistra Lubukpakam, Jumat (16/10/26).
Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam memperluas edukasi keuangan, karena dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di daerah asal masing-masing.
“Mahasiswa sekarang hidup di era digital, dimana pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi. Karena itu, mereka perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan dengan baik agar mampu mengelola keuangan secara bijak dan mempersiapkan masa depan,” kata Asri Ludin.
Ia berharap, edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan di kampus, tetapi turut mendorong peningkatan pemahaman masyarakat hingga ke desa-desa.

"Pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat perekonomian daerah," sebutnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilaksanakan OJK bersama Badan Pusat Statistik dan Lembaga Penjamin Simpanan, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen. Di Sumatera Utara, tingkat inklusi keuangan tercatat 92,01 persen. Sedangkan tingkat literasi keuangan mencapai 71,57 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 69,57 persen.
Bupati juga menyatakan kesiapan Pemkab Deliserdang untuk mendukung upaya peningkatan inklusi keuangan syariah, yang tingkat pemanfaatannya masih jauh di bawah layanan keuangan konvensional.
Dijelaslannya, kolaborasi dengan OJK dan industri jasa keuangan diperlukan agar sosialisasi dan edukasi keuangan syariah semakin luas. Sehingga masyarakat memiliki pemahaman dan pilihan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
“Inklusi keuangan syariah ini menjadi perhatian kami ke depan. Pemerintah Kabupaten Deliserdang siap mendukung sosialisasi dan edukasi bersama OJK agar pemanfaatan layanan keuangan syariah semakin meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” sebutnya.
Karena itu, ia mendorong agar kolaborasi dengan perguruan tinggi tidak terbatas pada edukasi keuangan, tetapi turut mencakup program-program Pemkab Deliserdang yang bermanfaat bagi sivitas akademika. Salah satunya melalui Gerakan Deliserdang Mengaji (GDSM) untuk memperkuat nilai religius di lingkungan kampus.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat edukasi pada Bulan Inklusi Keuangan. BIK diharapkan menjadi momentum untuk memperluas akses layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
“Melalui edukasi keuangan ini, kami berharap mahasiswa dan masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan, serta terdorong memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan perencanaan masing-masing,” tuturnya.
Capaian SNLIK turut menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor II Institut Kesehatan Medistra, pimpinan perangkat daerah, para narasumber dari perwakilan Perbankan, serta mahasiswa. (Id.28)
Berita Terkait































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda