FOZ Sumut Ajak Lembaga Zakat Kolaborasi untuk Beasiswa 70 Anak dan Rumah Singgah Pasien

MEDAN, ( Waspada.id); Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara mengajak 20 lembaga zakat di Sumatera Utara memperkuat kolaborasi dalam program beasiswa bagi 70 anak dan pembangunan Rumah Singgah Pasien.
Kedua program tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kolaborasi FOZ Sumut bertema "Bersinergi Menguatkan Gerakan Zakat, Mewujudkan Dampak yang Berkelanjutan” di Aula Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Medan, Selasa (15/9).
Ketua FOZ Sumatera Utara, Sulaiman, S.H.I, M.H., mengatakan kolaborasi antarlembaga zakat diperlukan agar potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal dan diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi menjadi penting agar potensi zakat yang ada dapat kita kelola bersama secara lebih optimal. Dengan bersinergi, program yang dijalankan diharapkan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Sulaiman dalam pembukaan kegiatan.
Salah satu program yang ditawarkan dalam rapat tersebut adalah penyelamatan pendidikan 70 anak di Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi.
Hadir langsung, Direktur Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Ikhsan Ibrahim Pohan, SKM., M.Kes., memaparkan program beasiswa tersebut sekaligus mengajak lembaga zakat untuk turut mendukung keberlanjutan pendidikan para penerima manfaat.
Menurut Ikhsan, dukungan melalui program beasiswa diharapkan dapat memastikan 70 anak tetap memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.
“Program ini merupakan ikhtiar untuk memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan. Kami mengajak lembaga zakat untuk bersama-sama membantu mereka agar kesempatan belajar dan mengembangkan potensi tidak terhenti,” katanya.
Selain program pendidikan, FOZ Sumut juga mendorong kolaborasi dalam Program Rumah Singgah Pasien.
Program tersebut dipaparkan oleh Ketua Program Bidang III FOZ Sumut Bidang Sinergi dan Kolaborasi, Koko.
Rumah Singgah Pasien ditujukan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Kehadiran rumah singgah diharapkan dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga, terutama mereka yang harus menjalani perawatan jauh dari tempat tinggal.
Koko mengatakan program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama dari lembaga-lembaga zakat agar dapat berjalan secara optimal.
“Rumah Singgah Pasien merupakan bentuk kepedulian kita kepada pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan rujukan seperti di RS Adam Malik. Karena itu, kami mengajak lembaga zakat untuk berkolaborasi agar program ini dapat diwujudkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat,” ujar Koko.
Rapat kolaborasi tersebut turut mendapat dukungan dari Ketua Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Dra. Hj. Marlina Rusdi Nasution, M.Fis.
Ia mengapresiasi pertemuan yang mempertemukan berbagai lembaga zakat dalam satu forum untuk membahas program sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini penting karena mempertemukan berbagai potensi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat yang dihadiri 20 lembaga zakat tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen dari masing-masing lembaga sembari menindaklanjuti program yang telah dibahas sebelumnya.(Id12)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda