FTIK UIN Syahada Bahas Moderasi Beragama dan Inovasi Pendidikan Perkuat AkreditasiFTIK UIN Syahada Bahas Moderasi Beragama dan Inovasi Pendidikan Perkuat Akreditasi

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Forum Riset dan Inovasi Pendidikan Islam (FORVADIS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan bahas moderasi beragama dan inovasi pendidikan untuk perkuat akreditasi, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diikuti sivitas akademika FTIK UIN Syahada tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat budaya riset dalam melahirkan berbagai karya ilmiah yang bermutu dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Forum yang menghadirkan Dr.Fauziah Nasution, M.Ag sebagai pemateri, menjadi ruang bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta merumuskan inovasi pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan Dr.Hamka, M.Hum diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Akhiril Pane, S.Ag., M.Pd menegaskan bahwa FORVADIS bukan sekadar forum ilmiah, melainkan program strategis yang memiliki kontribusi nyata terhadap penguatan kualitas akademik dan akreditasi lembaga.
"FORVADIS bukan sekadar pertemuan ilmiah biasa, melainkan program strategis penunjang akreditasi lembaga kita. Melalui wadah ini, kita dapat saling bertukar gagasan, memaparkan hasil kajian, serta merumuskan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semoga semangat riset dan inovasi terus tumbuh di lingkungan FTIK," ujarnya.
Dr. Fauziah Nasution, M.Ag dalam paparannya menekankan, bahwa seluruh gagasan yang ia sampaikan berangkat dari hasil penelitian dan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Menurutnya, hasil riset tidak boleh berhenti sebagai laporan akademik, tetapi harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dr.Fauziah menjelaskan bahwa moderasi beragama pada hakikatnya merupakan bagian dari fiqh sosial yang mengajarkan praktik beragama secara seimbang, bijaksana, serta mampu menciptakan kehidupan yang harmonis.
Sesuai dengan hasil riset yang ia lakukan, ada tiga tantangan utama yang masih dihadapi masyarakat, yakni krisis regenerasi generasi muda dalam kehidupan keagamaan, pemahaman moderasi beragama yang masih bersifat abstrak, serta belum optimalnya peran perempuan dalam pembangunan sosial.
"Peran wanita sangat penting dalam mentransfer nilai-nilai etika, keteladanan, dan kedamaian sejak lingkungan keluarga hingga masyarakat luas," katanya.
Ia berpendapat, implementasi moderasi beragama dapat diperkuat melalui pengembangan kehidupan agraris, penguatan solidaritas sosial, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta membangun kepercayaan antarmasyarakat.
Sebagai solusi, Dr. Fauziah menawarkan konsep Pendidikan Islam berbasis komunitas. Menurutnya, pelibatan masyarakat sebagai ruang belajar akan membuat nilai-nilai moderasi beragama lebih mudah dipahami, dipraktikkan, dan berkelanjutan. (id46).































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda