FTIK UIN Syahada Dorong Asesmen Pendidikan Lebih Presisi Lewat Synapse Berbasis Fuzzy LogicFTIK UIN Syahada Dorong Asesmen Pendidikan Lebih Presisi Lewat Synapse Berbasis Fuzzy Logic

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan mendorong transformasi sistem penilaian pendidikan agar tidak lagi terjebak pada subjektivitas, tetapi lebih presisi dalam mendorong mutu pendidikan.
Untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih presisi itu, FTIK UIN Syahada melakukan terobosan asesmen berbasis fuzzy logic melalui Synapse Platform yang diperkenalkan dalam Forum Riset dan Inovasi Pendidikan Islam (FORVADIS) di Aula FTIK, Rabu (19/8/2026).
Forum tersebut mengangkat tema “Mengubah Subjektivitas Menjadi Presisi: Transformasi Asesmen Abad 21” dengan menghadirkan Dr. Almira Amir, M.Si. sebagai narasumber utama.
Terobosan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi peserta didik secara lebih utuh, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., saat membuka kegiatan itu menegaskan bahwa FORVADIS harus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan yang dapat diterapkan, bukan sekadar forum menyampaikan hasil penelitian.
“Mari kita jadikan FTIK ini sebagai ruh dan nyawa kita. Kegiatan FORVADIS ini sebagai komitmen kita semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, setiap materi yang disampaikan dalam FORVADIS harus dianalisis dan diarahkan untuk menjawab tantangan perkembangan sekaligus meningkatkan kualitas FTIK.
“Materi dan narasumber perlu dianalisis untuk memberikan solusi tantangan perkembangan dan peningkatan FTIK. Materi bisa berupa konstruktif yang diimplementasikan; artinya tidak terbatas kepada riset, termasuk ide-ide cemerlang membangun FTIK khususnya dan pendidikan Islam umumnya,” katanya.
Hamka juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan dokumentasi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi proses akreditasi.
“UPM dan GPM wajib mendokumentasikan segala hal untuk menunjang akreditasi. Pada kesempatan ini juga saya sampaikan pemanfaatan fasilitas yang ada di lingkungan fakultas,” tegasnya.

Asesmen Pedagogi dan Konsorsium Dosen
Dr. Hamka, M.Hum. menuturkan bahwa FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kompetensi dosen dan mutu pembelajaran. Hamka menyebut asesmen pedagogi dan kompetensi bidang akan dilakukan secara berkala.
“Setiap semester akan kita terapkan asesmen pedagogi dan kompetensi bidang serta refreshment. Serta akan kita adakan konsorsium dosen kita. Kita berharap semua program kita berjalan sukses,” ujarnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan mutu di FTIK tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, tetapi juga pada peningkatan kompetensi akademik dan profesional dosen.
Dr. Almira Amir dalam kegiatan itu memaparkan Synapse Platform sebagai hasil riset yang memanfaatkan fuzzy logic untuk mentransformasi sistem penilaian.
“Materi saya ini merupakan hasil riset penelitian, yaitu tentang fuzzy logic untuk mentransformasi penilaian,” ungkapnya.
Menurut Almira, pendekatan tersebut dirancang untuk membantu mengukur kompetensi pendidikan abad ke-21 secara lebih akurat dan terukur.
Dengan pendekatan ini, penilaian tidak semata-mata bertumpu pada angka atau hasil akhir, tetapi dapat mengakomodasi berbagai indikator kompetensi yang bersifat kompleks dan tidak selalu mudah diukur secara konvensional.
Keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi menjadi bagian penting yang hendak dipetakan melalui sistem tersebut.
FORVADIS tersebut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Akhiril Pane, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Muhlison, M.Ag., serta para dosen di lingkungan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan. (id46)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda