FTIK UIN Syahada Perkuat Kemampuan Dosen Lahirkan Inovasi Pendidikan Islam ModernFTIK UIN Syahada Perkuat Kemampuan Dosen Lahirkan Inovasi Pendidikan Islam Modern

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan perkuat kemampuan dosen dalam melahirkan Inovasi pendidikna Islam di era modern saat ini melalui karya ilmiah yang berkualitas.
Penguatan kemampuan akademik dosen dalam melakukan riset yang terukur untuk kemajuan pendidikan Islam ini diberikan melalui kegiatan Forum Riset dan Inovasi Pendidikan Islam (FORVADIS) di Aula FTIK UIN Syahada, Jl.HT.Rizal Nurdin, Sihitang, Padangsidimpuan, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang merupakan program Gugus Penjamin Mutu FTIK UIN Syahada ini menjadi ruang strategis bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern.
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr.Hamka, M.Hum, Ddaam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa budaya riset merupakan fondasi utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.
"Riset bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan napas dari sebuah perguruan tinggi yang ingin berkontribusi nyata. Budaya riset yang kuat akan melahirkan gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab berbagai persoalan pendidikan Islam di era modern," tegas Dr. Hamka.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus mampu melahirkan karya ilmiah yang menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial dan pendidikan.
Mengingat pentingnya penguatan kemampuan dan kapasitas dosen dalam melahirkan Inovasi pendidikan Islam, Dr.Hamka menegaskan bahwa FORVADIS akan dikembangkan sebagai forum ilmiah berkelanjutan yang mempertemukan ide, pengalaman, dan kolaborasi antar dosen.
"FORVADIS diharapkan jadi motor penggerak lahirnya riset-riset berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," harapnya.
Fahmi Izhari, S.Pd., M.Kom, sebagai pemateri dalam forum itu menjelaskan tentang strategi menyusun penelitian yang inovatif, relevan dengan kebutuhan zaman, serta memiliki peluang tinggi untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi.
Dalam pemaparannya, Fahmi menekankan pentingnya menghadirkan riset yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan sehingga hasil penelitian mampu menjadi solusi bagi dunia pendidikan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(id46)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda