Breaking News
Memuat breaking news...

Gaet Investor China-Rusia, Kemenhub Tawarkan KA Trans Kalimantan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 7.31 AM WIB
Gaet Investor China-Rusia, Kemenhub Tawarkan KA Trans Kalimantan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah membuka peluang bagi investor asing untuk ikut mengembangkan proyek strategis kereta api (KA) Trans Kalimantan dan Trans Sumatra. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut minat dan kalkulasi bisnis investor akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan rute kedua proyek tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, proyek KA Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan ditawarkan secara terbuka kepada calon investor. Pemerintah juga memberikan ruang kepada investor untuk mengusulkan trase atau rute yang dinilai memiliki prospek ekonomi.

"Nanti masing-masing akan dihitung karena ini kita tawarkan kepada pihak investor. Tentu mereka akan memperhitungkan trase-trase mana saja yang secara ekonomis menguntungkan bagi perusahaan mereka," ujar Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Dudy, penentuan trase tidak semata-mata mempertimbangkan kepentingan bisnis investor. Pemerintah juga akan memastikan jalur yang dipilih dapat mendukung pengembangan ekonomi wilayah.

"Namun, tentu juga kita sesuaikan dengan trase yang akan kita bahas bersama pihak Bappenas, yang sekiranya dapat mendukung perekonomian wilayah di Kalimantan," imbuhnya.

Kementerian Perhubungan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) nantinya akan membahas opsi rute tersebut bersama calon investor sebelum menentukan jalur yang akan dikembangkan.

"Ini akan kita bahas nanti dengan Bappenas. Nanti kita duduk bersama dengan para investor untuk melihat trase mana saja yang bisa kita kembangkan, baik di Sumatra maupun di Kalimantan," urainya.

Sementara itu, terkait kemungkinan KA Trans Kalimantan memiliki akses langsung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Dudy belum memberikan kepastian.

"Nanti kita lihat," sebutnya singkat.

Dengan skema tersebut, pengembangan jaringan KA Trans Kalimantan dan Trans Sumatra tidak hanya diarahkan untuk membangun konektivitas antardaerah, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi.

China dan Rusia Dilirik untuk Trans Kalimantan

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan tengah menjajaki peluang masuknya investor dari China hingga Rusia untuk membangun jalur kereta Trans Kalimantan. Langkah ini dilakukan guna memperluas konektivitas jaringan perkeretaapian nasional.

Dudy berharap ada investasi masuk baik dari dalam maupun luar negeri. Rusia disebut sempat dijajaki pada masa pemerintah sebelumnya, sementara China menjadi salah satu negara tambahan yang kini dilirik.

"Belum (pembangunan fisik kereta di Kalimantan). Namun sudah kita jajaki dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya China dan Rusia," ungkap Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dudy menegaskan, realisasi pengembangan kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan sangat bergantung pada minat investor, meskipun untuk Sumatra saat ini sudah ada jalur KA logistik yang aktif beroperasi.

"Tentu tergantung investornya, mana yang menurut mereka lebih feasible untuk digarap. Saya lihat untuk Sumatra, dari sisi logistik PT KAI lebih berminat mengembangkannya. Sementara untuk Kalimantan, sepertinya dari China maupun Rusia yang menaruh minat," bebernya.

Ia juga memastikan Badan Pengelola Investasi Danantara akan ikut terlibat, mengingat PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan bagian dari ekosistem di dalamnya. Meski begitu, Dudy mengaku belum memegang hitungan pasti mengenai nilai bisnis dan investasi kedua proyek tersebut. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement