Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Gagal ke Toba, 11,2 Kg Ganja Disita, Dua Pria Ditangkap di Badar

Redaksi
Redaksi
Minggu, 8 November 2026 - 4.41 PM WIB
Gagal ke Toba, 11,2 Kg Ganja Disita, Dua Pria Ditangkap di Badar
Kedua tersangka ganja. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUTACANE (Waspada.id):Upaya penyelundupan 11,2 kilogram ganja menuju Kabupaten Toba, Sumatera Utara, berhasil digagalkan Polres Aceh Tenggara, Sabtu (7/11/2026) malam.

Tim gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Resnarkoba mengamankan dua pria di Simpang Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Badar, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kedua pria itu masing-masing berinisial S, 31, warga Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, dan D.P, 31, warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat tentang dua orang yang membawa ganja menggunakan mobil Daihatsu Terios putih dari arah Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, menuju Kutacane.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan pemantauan. Setelah memastikan kendaraan yang dimaksud, petugas menghentikan mobil tersebut di Simpang Kuta Tinggi dan mengamankan kedua pria itu.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 10 bungkus ganja dengan berat netto 11,20 kilogram. Ganja itu disimpan dalam goni putih dan dibungkus plastik putih.

Kepada petugas, keduanya mengakui ganja tersebut milik mereka dan rencananya akan diantarkan ke wilayah Toba.

Selain ganja, polisi mengamankan satu unit mobil Daihatsu Terios putih, dua unit telepon genggam, satu buah goni putih dan satu lembar plastik putih.

Selanjutnya, kedua pria beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Aceh Tenggara dan diserahkan ke Satresnarkoba untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., Minggu (8/11) mengapresiasi peran masyarakat.

Ia mengajak masyarakat terus aktif memberikan informasi jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkoba.

"Kerja sama polisi dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba," ujarnya.

Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polres Aceh Tenggara dalam mencegah peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement