Gaungkan "Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas", Sarah Carolyn Sambangi Sekolah Di Sumut


MEDAN (Waspada.id): Puteri Remaja Indonesia Sumatera Utara 2026, Sarah Carolyn Suntiur Saing, aktif menyuarakan edukasi remaja melalui advokasi bertajuk “Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas”, melalui gerakan #SarahSaysNoToRush, Sarah mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam bergaul, berani menolak tekanan negatif dari lingkungan sekitar serta mengisi masa remaja dengan kegiatan positif yang mendukung masa depan.
Demikian disampaikan Sarah Carolyn di Medan, Senin (19/10) terkait kunjungannya ke sekolah-sekolah di Sumatera Utara terkait advokasi tersebut. Advokasi, jelasnya, ini berangkat dari kepedulian terhadap berbagai tantangan yang dihadapi remaja masa kini, mulai dari tekanan teman sebaya (peer pressure), pengaruh lingkungan pergaulan, hingga derasnya arus informasi di era digital.
"Saya ingin mendorong generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara sadar, mengenali batasan diri, serta memahami pentingnya menjaga diri dan menghargai masa depan," ujarnya.
Dalam menjalankan misinya, Sarah tidak hanya menyampaikan pesan melalui media digital, tetapi juga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi, berdiskusi dengan para siswa, serta menjalin audiensi dengan kepala sekolah dan pihak terkait. Pendekatan ini dilakukan agar edukasi dapat disampaikan secara lebih dekat, komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Sejumlah sekolah yang telah menjadi bagian dari kegiatan advokasi Sarah meliputi SMA St Thomas 1 Medan, SMKN 10 Medan, SMAN 1 Beringin, SMAN 1 Labuhan Deli, SMKN 14 Medan dan MAPN 4 Medan.
Kegiatan serupa juga menjangkau jenjang pendidikan menengah pertama, yakni SMP Noble School Medan, SMP Swasta Methodist Tanjung Morawa, SMPN 1 Tiga Panah, SMP Santa Maria Kabanjahe, serta SMP Swasta Deli Murni Bandar Baru. Selain itu, Sarah juga melakukan audiensi di SD Swasta Sint Yoseph Kabanjahe bersama suster kepala sekolah dan para guru.
Melalui kunjungan tersebut, Sarah berupaya membangun kesadaran bahwa pendidikan karakter dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat perlu ditanamkan sejak dini. Menurut pesan yang diusung dalam advokasinya, remaja perlu memiliki keberanian untuk berkata “tidak” terhadap ajakan yang bertentangan dengan nilai, prinsip dan keselamatan diri mereka.
Lebih dari sekadar menghindari pergaulan yang berisiko, gerakan ini juga mengajak para pelajar untuk melihat masa remaja sebagai kesempatan membangun potensi. Pengembangan bakat, keterlibatan dalam kegiatan produktif, pencapaian prestasi, serta pemilihan lingkungan pertemanan yang sehat menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan Sarah.
Melalui #SarahSaysNoToRush, Sarah berharap semakin banyak remaja berani menentukan pilihan yang bertanggung jawab, tidak mudah terbawa tekanan lingkungan, dan mampu membangun masa depan berdasarkan potensi serta nilai-nilai positif yang mereka miliki.
Baginya, edukasi remaja bukan hanya tentang memberikan larangan, tetapi juga tentang membekali generasi muda dengan pemahaman, keberanian, dan kepercayaan diri untuk membuat keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri. Gerakan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas remaja di Sumatera Utara, sekaligus memperkuat kesadaran bersama bahwa menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjaga masa depannya membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga serta lingkungan masyarakat. (Wsp.id)
Berita Terkait













































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda