Breaking News
Memuat breaking news...

Gelar Aksi Demo, IMM Labura Tuntut Tanggung Jawab SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 5.57 PM WIB
Gelar Aksi Demo, IMM Labura Tuntut Tanggung Jawab SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan
Massa aksi demo PC IMM Labura saat menggelar aksi di depan gedung SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan, Kec. Kualuh Hulu, Kab. Labura, Jumat (18/9). (Waspada.id/Ilyas Munthe)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

AEKKANOPAN (Waspada.id): Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Labuhanbatu Utara (PC IMM Labura) melakukan aksi demonstrasi di halaman gedung SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, menyoroti tajam insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksinya, IMM Labura secara tegas menyampaikan sikap dan tuntutan resmi demi menjamin keselamatan anak-anak sekolah serta akuntabilitas penyelenggara program.

"Keselamatan siswa merupakan prioritas utama yang tidak boleh ditawar. Dugaan kelalaian dalam penyediaan dan pengelolaan makanan bergizi harus disikapi secara serius oleh seluruh pihak yang terlibat atas insiden tersebut," tegas Ketua IMM Labura, Rizky Afani, Jumat (18/9).

Untuk itu, IMM Labura menuntut agar pihak SPPG mengakomodir seluruh biaya pengobatan korban dan mendesak pihak penyelenggara serta pemerintah daerah untuk meng-cover dan mengakomodir seluruh biaya pengobatan serta perawatan medis bagi para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan hingga pulih total.

"Atas insiden ini kita meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) MBG untuk mengusut tuntas kinerja SPPG Polres Labuhanbatu yang diduga lalai dalam pelaksanaan dan pengawasan standar keamanan pangan program MBG," tegasnya.

Selain itu, massa aksi juga meminta agar dilakukan klarifikasi terbuka dari Kepala SPPG Polres Labuhanbatu 2 dan mendesak Kepala SPPG Polres Labuhanbatu 2 untuk mengambil tanggung jawab moral dan kelembagaan dengan memberikan klarifikasi secara terbuka kepada para korban, keluarga korban, dan masyarakat umum.

"Permohonan maaf resmi kepada keluarga korban harus segera dilakukan. Untuk itu, kita meminta pihak SPPG Polres Labuhanbatu 2 untuk segera mengumpulkan seluruh keluarga korban dalam forum resmi guna menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan terbuka atas insiden yang terjadi," ucap Afani.

Aksi ini, menurut Rizky Afani, dilatarbelakangi kejadian yang menimpa siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG yang berasal dari SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan pada Jumat, 11/9/2026 lalu.

"Aksi ini adalah bentuk keprihatinan atas kejadian yang menimpa siswa di salah satu kelas SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan, di mana hampir semua dalam satu kelas mengalaminya, bahkan ada lima siswa yang harus dibawa ke Puskesmas Aek Kanopan untuk mendapat bantuan medis di hari itu," jelasnya.

Terpisah, salah seorang orang tua siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai memakan MBG di hari itu menjelaskan kronologi yang menimpa anaknya.

Di hari kejadian, usai menyantap MBG sekitar 10-15 menit, anaknya mengalami pusing, sesak napas, dan lemas pada kakinya.

"Saya dikabari guru saat anak saya telah berada di Puskesmas Aek Kanopan sekitar jam 11 WIB. Lebih kurang empat jam setelah dirawat, anak saya diperbolehkan untuk dibawa pulang," jelasnya.

Namun, kondisi kesehatan anak ternyata belum pulih total. Pada Minggu sore, 13/9/2026, anak kembali mengalami sesak napas dan sakit pada bagian perut.

"Karena anak kembali sakit, kami membawanya ke RSUD Aek Kanopan dan baru keluar dari rumah sakit pada Rabu, 16/9/2026. Saat ini juga kondisi anak saya masih merasakan pusing dan terkadang kembali sesak napas saat mendengar suara ramai, padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu," keluh orang tua siswa yang berharap kejadian seperti itu tidak lagi terulang.

Terkait aksi demo yang dilakukan IMM Labura atas dugaan keracunan yang dialami siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan, hal ini coba dikonfirmasi, Jumat (18/9), kepada Kepala SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan.

Sayangnya, Beny selaku Kepala SPPG Polres Labuhanbatu 2 tidak bersedia memberikan jawaban, kendati pesan WhatsApp terkirim.

Hal senada juga dilakukan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Labura yang baru, Farida Maulida Barus, yang dikonfirmasi, Jumat (18/9), terkait kejadian dan tutupnya SPPG Polres Labuhanbatu 2 Aek Kanopan. Farida belum bersedia menjawab kendati panggilan dan pesan WhatsApp tersambung. (id31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement