Breaking News
Memuat breaking news...

Genjot Produktivitas, Pemerintah Siapkan Peremajaan 9.000 Hektare Kebun Kelapa

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 8.32 AM WIB
Genjot Produktivitas, Pemerintah Siapkan Peremajaan 9.000 Hektare Kebun Kelapa
Foto ilustrasi kebun kelapa
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah menyiapkan program peremajaan perkebunan kelapa seluas 9.000 hektare pada 2027 untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang telah berusia tua sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi industri pengolahan kelapa nasional.

Program tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan kelapa yang mencakup perluasan areal perkebunan, peremajaan tanaman, hingga pengembangan bibit unggul. Pemerintah juga mendorong penggunaan varietas kelapa yang mampu berbuah lebih cepat agar produktivitas perkebunan rakyat meningkat dan daya saing Indonesia di pasar global semakin kuat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, peremajaan perkebunan perlu dibarengi pengembangan bibit unggul yang dapat mempercepat masa produktif tanaman. Varietas baru tersebut diharapkan mampu menghasilkan buah dalam waktu tiga tahun sehingga Indonesia tidak tertinggal jauh dari Thailand.

Hal itu disampaikan Zulkifli dalam kegiatan World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10) lalu.

Berdasarkan rencana pengembangan kawasan kelapa atau Coconut Area Development Plan 2027, pemerintah menargetkan pengembangan kawasan seluas 51.721 hektare. Target tersebut terdiri atas perluasan areal perkebunan seluas 42.721 hektare dan peremajaan tanaman kelapa seluas 9.000 hektare.

Pengembangan kawasan itu direncanakan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Zulkifli menilai peningkatan produktivitas menjadi salah satu tantangan yang perlu segera ditangani. Pasalnya, sebagian tanaman kelapa di Indonesia telah berusia tua, sementara permintaan terhadap komoditas tersebut terus berkembang di pasar internasional.

Permintaan Kelapa Meningkat, Industri Hilir Jadi Perhatian

Peluang pengembangan industri kelapa semakin terbuka seiring meluasnya pemanfaatan produk turunan kelapa di berbagai sektor. Komoditas ini tidak lagi hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan tradisional, tetapi juga semakin banyak dimanfaatkan industri makanan dan minuman.

Salah satu tren yang berkembang adalah penggunaan santan kelapa sebagai pengganti susu dalam produk kopi. Tren tersebut telah berkembang di China, Asia, India, dan berbagai wilayah lainnya, sehingga meningkatkan permintaan terhadap produk berbahan dasar kelapa.

Peningkatan permintaan tersebut perlu diimbangi dengan kapasitas produksi dalam negeri yang memadai. Dengan demikian, petani kelapa dan industri pengolahan nasional dapat mengambil manfaat dari peluang pasar yang terus berkembang.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan pengembangan komoditas kelapa secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, perbaikan pengelolaan perkebunan, hingga peningkatan kapasitas industri pengolahan.

Penguatan industri hilir juga menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan kelapa nasional. Indonesia diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan kelapa dalam bentuk bahan baku mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

Melalui peremajaan 9.000 hektare perkebunan, pengembangan bibit unggul, dan penguatan industri hilir, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas kelapa nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar global.

Langkah tersebut juga diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan petani serta memperluas manfaat ekonomi komoditas kelapa melalui pengembangan produk olahan bernilai tambah. (Rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement