Gerai Mie Gacoan Langsa Diduga Pekerjakan Wanita Dari Malam-Pagi


LANGSA (Waspada.id): Manajemen Gerai Mie Gacoan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, kembali menjadi sorotan.
Selain isu dugaan metode mutasi karyawan dengan pola 'Natural Attrition', gerai waralaba kuliner tersebut juga diduga mempekerjakan karyawan wanita pada shift malam hingga pagi hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, dari sejumlah sumber internal dan pengamatan di lapangan, sejak Selasa-Rabu (01-02/09/2026).
Puluhan karyawan wanita di gerai tersebut dipekerjakan berdasarkan shift bekerja mulai malam hari dan baru selesai pada pagi hari. Bahkan karyawan yang bekerja di Gerai Mie Gacoan lebih banyak wanita.
Praktik ini dinilai bertentangan dengan semangat perlindungan pekerja, khususnya pekerja perempuan, sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan dan aturan turunan terkait jam kerja malam (jam rawan).
Selain soal jam kerja, gerai ini juga diduga menggunakan metode mutasi karyawan dengan pola yang disebut 'Natural Attrition' atau pengunduran diri secara perlahan.
Metode ini dituding sebagai cara "halus" untuk mengurangi jumlah karyawan tanpa melalui mekanisme PHK yang sesuai aturan.
Publik dan pegiat buruh di Langsa berharap Pemerintah Kota Langsa (Pemko) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Langsa dan pihak-pihak terkait lainnya untuk segera melakukan pengawasan.
Pasalnya, jika terbukti, praktik mempekerjakan wanita pada malam hari dan sistem kerja yang merugikan karyawan dapat melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Selain itu, saat terjadi bencana Banjir pada penghujung tahun 2025 lalu, gaji karyawan masuk full namun gaji karyawan diminta kembalikan separuh oleh pihak manajemen Langsa. Dengan alasan gaji yang diterima tidak sesuai dengan hari kerja, padahal karyawan sedang tertimpa musibah bencana, sebut sumber.
Selain itu, juga ada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja namun tidak ada perhatian khusus dari perusahaan Mie Gacoan serta sejumlah dugaan kasus lainnya.
Pihak Media telah berupaya untuk mengkonfirmasi sejak, Minggu (30/8) melalui WhatsApp di nomor 08216209xxxx. Namun, hingga berita kedua ditayangkan manajemen Mie Gacoan Langsa belum ada balasan hingga saat ini.
Bahkan, upaya konfirmasi telah dilakukan sejak Minggu (30/8) melalui WhatsApp di nomor 08216209xxxx. Awalnya manajemen menjawab, “Oke siap. Malam kita jumpa,” jelas Aldo, manajemen Mie Gacoan.
Namun kemudian manajemen meminta agar pemberitaan ditunda. “Sebelumnya saya tidak mau media manapun terkait Gacoan Langsa memberitakan sampai konfirmasi ini selesai dan clear. Karena yang dikhawatirkan berita di media hanya mendengar dari satu pihak. Terima kasih.”
Kemudian, pada malam harinya manajemen kembali beralasan sedang ada deadline. Hingga Senin (31/08/2026), saat kembali dihubungi, jawabannya tetap sama. “Untuk sekarang saya sedang tidak bisa pak, dikarenakan sedang banyak deadline,” jelasnya singkat.
Selain itu, berita ini berdasarkan informasi awal dan keterangan sejumlah sumber dan para pekerja. Namun, hingga saat ini pihak Mie Gacoan Langsa berhak memberikan hak jawab dan klarifikasi untuk menjunjung asas berimbang dan praduga tak bersalah. (Id75)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda