Breaking News
Memuat breaking news...

Gerak Jalan Sejarah: 800 Tahun Samudera Pasai, 2.500 Langkah Kebangkitan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 13 September 2026 - 10.41 AM WIB
Gerak Jalan Sejarah: 800 Tahun Samudera Pasai, 2.500 Langkah Kebangkitan
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil melepas 2.500 peserta gerak jalan santai dalam rangka peringtatan Milad ke 800 tahun Samudera Pasai di lapangan upcara Landing, Lhoksukon, Minggu (13/9/2026) pukul 07.30 WIB.Waspada.id/Maimun Asnawi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

“2.500 langkah bukan hanya olahraga, melainkan perjalanan menuju kebangkitan,”- Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil.

Minggu pagi, (13/9/2026), Lapangan Upacara Landing di Lhoksukon menjadi saksi ribuan langkah yang berirama. Tepat pukul 07.30, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), melepas 2.500 peserta gerak jalan santai. Dari pelajar, aparatur sipil negara, pemuda penuh semangat, hingga masyarakat umum, semua menyatu dalam satu barisan: merayakan milad ke-800 tahun Samudera Pasai.

Pasai: Titik Nol Peradaban Islam

Di tanah Pasai inilah Islam pertama kali berakar, menyebar ke seluruh Nusantara bahkan Asia Tenggara. Sultan Malikussaleh menorehkan kejayaan bukan hanya dengan lada dan sutra, tetapi dengan ilmu pengetahuan, iman, keberanian, serta persatuan. Gerak jalan santai ini seolah mengulang denyut sejarah itu: langkah-langkah kecil yang menyatu menjadi kekuatan besar.

Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar

Dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar Demi Aceh Utara Bangkit”, kegiatan yang digelar Disporaparekraf ini bukan sekadar olahraga. Panitia menyiapkan undian dan doorprize: kulkas, TV LED, sepeda, mesin cuci, hingga hadiah lain yang membuat sorak peserta semakin riuh. "Mari bergerak berolahraga, mari menjadi masyarakat yang aktif dan sehat,” ajak Kepala Disporaparekraf, Zulkifli.

Di balik riuh semangat, sebut Zulkifli, ada aturan yang meneguhkan identitas Aceh. Seluruh peserta wajib berpakaian sesuai syariat Islam: perempuan dengan busana longgar dan berhijab, laki-laki dengan celana panjang. Gerak jalan santai ini bukan hanya parade kesehatan, tetapi juga parade nilai.

Gerak jalan santai pagi itu adalah metafora: ribuan langkah kecil yang menyatu menjadi langkah besar kebangkitan. Dari Lapangan Landing, gema sejarah Samudera Pasai kembali hidup, bukan hanya dalam cerita, tetapi dalam gerakan nyata masyarakatnya.

Aceh Utara menegaskan diri: kejayaan masa lalu bisa menjadi energi masa depan. Dan setiap langkah kaki, sekecil apa pun, adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kebangkitan. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement