Gilang Ramadhan Bincang Budaya Bersama Warga BrandanGilang Ramadhan Bincang Budaya Bersama Warga Brandan

P.BRANDAN (Waspada.id): Maestro Tetabuhan Nusantara dan Tokoh Kebudayaan Nasional Gilang Ramadhan mengatakan jatidiri harus dimiliki sejak usia dini.
"Adik-adik ini harus mempunyai jatidiri. Karena kalian kalau tidak punya jatidiri kedepannya akan tidak tahu mau kemana," katanya dalam acara Panggung Rumah Panggung Sembang Budaya (Bincang Budaya) yang digelar di Sekitar Kopi, Terowongan, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Minggu (24/5/26).
Disebutkan, jatidiri adalah senjata pertama dalam kesuksesan hidup. "Jadi Jatidiri yang harus kalian pertahankan," sebutnya.
Di akhir acara dia mengatakan Pangkalanbrandan memiliki banyak potensi budaya yang bisa dikembangkan.
Hal itu terlihat ketika musisi dan drummer ternama di Indonesia itu datang ke Pangkalanbrandan. "Muncul banyak ide dan pikiran dalam hal kebudayaan ketika berada di sini," ujarnya.
Drumer yang pernah tergabung dalam grup band Krakatau, Java Jazz dan Karimata itu mengaku sulit mempertahankan identitas budaya saat ini karena perkembangan pesat digitalisasi dan media sosial.

Sementara Prof Dr Abdulrahman Adisahputra M. Hum seorang Akdemisi/Guru Besar UNIMED dalam bincang budaya tersebut mengatakan ekologi Melayu kian menyusut bahkan sudah banyak yang hilang. "Ekologi boleh berubah tetapi jatidiri harus mampu menyesuaikan diri dalam perubahan itu," sebutnya.
Disebutkan, terpenting strategi apa yang bisa menjadi wadah untuk menjaga ekologi tentunya dari teks yang kita bangun dimana pun itu apakah dalam wacana narasi, pendidikan formal, pertemuan dan berbagai resam.
"Nah, ini yang saya kira menjadi poin penting pertemuan kita khususnya komunitas Melayu yang semakin kehilangan jatidiri," tutupnya.
Sementara itu Wiwin Syahputra M.Sn seorang pegiat seni di Langkat dalam diskusi tersebut mengatakan tantangan dalam Melayu itu ada perpaduan antara adab, adat dan agama. " Itu yang menjadi adab dalam Melayu tidak bersalahan dalam syariat," ujarnya.
Bincang Budaya yang diprakarsai Komunitas Jingga tersebut juga dihadiri sejumlah peserta diantaranya Ketua PPM Babalan-Sei Lepan Ferady Aziska SPd dan Arsitek dan Tata Ruang kota Ar Tony M Hutapea, Penasehat Komunitas Jingga Panggung Aqsa Mulya MSn, Ketua ASETI Langkat Yans Pangeran, Sukrisnur atau Atok Labu serta komunitas Melayu lainnya. (Id27)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda