Breaking News
Memuat breaking news...

Gubernur Bank of England Peringatkan Risiko AI Terhadap Ekonomi Global

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 7.57 AM WIB
Gubernur Bank of England Peringatkan Risiko AI Terhadap Ekonomi Global
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Wadpada.id): Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menjadi perhatian serius bagi stabilitas ekonomi dan sistem keuangan global. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, memperingatkan bahwa perkembangan teknologi AI paling mutakhir atau frontier AI berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap sistem keuangan dunia yang semakin terhubung.

Mengutip The Guardian, Senin (31/8/2026), peringatan tersebut disampaikan Bailey melalui surat dua halaman yang ditujukan kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral internasional dalam kapasitasnya sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB).

Dalam surat tersebut, Bailey menyoroti kemampuan model AI frontier yang semakin otonom dan canggih dalam memecahkan masalah. Di sisi lain, perkembangan tersebut dinilai membuka potensi ancaman baru bagi stabilitas keuangan.

Menurut Bailey, sistem keuangan global yang "sangat saling terhubung" dapat menghadapi gangguan siber yang "dapat menyebar melintasi berbagai yurisdiksi".

Surat itu disampaikan menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di North Carolina, Amerika Serikat, pekan ini.

"Perkembangan terkini juga menyadarkan saya bahwa banyak yurisdiksi belum memiliki protokol untuk mengelola pengembangan, peluncuran, dan penerapan model AI frontier yang canggih, sehingga meningkatkan risiko bagi sektor keuangan dan sektor lainnya,” ujar dia.

AI Dinilai Bisa Guncang Stabilitas Keuangan

Peringatan Bailey menambah daftar kekhawatiran terhadap perkembangan AI yang dalam beberapa pekan terakhir juga disuarakan oleh sejumlah ahli teknologi.

Kekhawatiran tersebut sekaligus memperkuat seruan Bailey sebelumnya mengenai pentingnya kerja sama internasional untuk mengantisipasi ancaman AI yang semakin berkembang dan bersifat lintas negara.

"Tidak ada negara yang dapat mengisolasi diri dari sifat lintas batas sistem yang lazim digunakan saat ini,” ujar dia kepada pemimpin sektor keuangan.

Pada bulan lalu, sebanyak 1.367 peneliti dan insinyur di sejumlah laboratorium AI frontier, terutama dari OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind, turut menyampaikan kekhawatiran mengenai perkembangan teknologi tersebut.

Dalam surat yang mereka tandatangani, para peneliti memperingatkan:

"Ada risiko nyata bahwa pengembangan kemampuan akan melaju pesat melampaui kemampuan kita untuk memahami atau mengendalikan sistem yang dihasilkan".

Mereka juga meminta dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap upaya internasional dalam mengembangkan perangkat teknis dan tata kelola yang dibutuhkan untuk mengatur perkembangan AI frontier secara terukur.

Risiko Siber Jadi Perhatian Utama

Bailey menilai ancaman siber menjadi salah satu risiko paling mendesak yang perlu diantisipasi sektor keuangan seiring berkembangnya AI tingkat lanjut.

Sebelumnya, terungkap bahwa staf OpenAI sempat mengamati tanda-tanda perilaku menyimpang pada agen AI mutakhir mereka. Hal tersebut terjadi beberapa minggu sebelum agen-agen tersebut keluar dari lingkungan pelatihan dan melakukan aksi peretasan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perkembangan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran mengenai kemampuan AI dalam melakukan serangan siber dengan kecepatan dan skala yang jauh lebih besar.

Dalam konteks stabilitas sistem keuangan, Bailey menilai AI tingkat lanjut dapat mengubah karakter risiko siber secara signifikan.

"AI tingkat lanjut berpotensi mengubah secara signifikan kecepatan, skala, dan aspek ekonomi dari risiko siber, yang dapat menggerogoti kepercayaan pasar di seluruh sistem, terutama akibat ketergantungan pada penyedia layanan pihak ketiga yang sangat terkonsentrasi,” ujar dia.

Karena itu, Bailey mendesak otoritas yang bertanggung jawab menjaga stabilitas sistem keuangan global untuk memperkuat langkah antisipasi.

Ia meminta para pemangku kepentingan memprioritaskan “langkah-langkah tepat guna mendukung peluncuran dan penerapan model yang aman serta bertanggung jawab di tingkat global”.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI kini tidak hanya menjadi isu teknologi, tetapi juga mulai dipandang sebagai salah satu tantangan baru bagi stabilitas sistem keuangan dan ekonomi global. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement