Breaking News
Memuat breaking news...

Gubsu Minta Siswa SMA Hingga SLB Belajar dari Rumah

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 10.17 AM WIB
Gubsu Minta Siswa SMA Hingga SLB Belajar dari Rumah
Gubsu Bobby Nasution bertemu dengan siswa usai menghadiri peluncuran operasional bus perintis gratis di Asahan, Kamis (15/10/2026). Waspada/id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Jumat (16/10/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang mulai memasuki wilayah Sumatera Utara sekaligus melindungi kesehatan peserta didik.

Selain mengimbau penerapan PJJ, Bobby juga meminta seluruh bupati dan wali kota di Sumut meningkatkan pemantauan kualitas udara serta mengambil langkah perlindungan kesehatan masyarakat sesuai kondisi di daerah masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).

Bobby menjelaskan, penerapan PJJ merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Meski kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, ia menegaskan siswa tetap harus mengikuti proses pembelajaran dan tidak diliburkan.

“Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,” ujar Bobby.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah perlindungan kesehatan, terutama bagi anak-anak serta kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak kabut asap.

“Bupati/wali kota juga kami harapkan terus memantau perkembangan kondisi udara. Kita imbau juga masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan dengan menggunakan masker,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya penanganan kabut asap, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan. Upaya tersebut sebelumnya dilakukan di Kabupaten Samosir dan direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah lainnya.

“Kita telah mencoba modifikasi cuaca di wilayah Kabupaten Samosir dan direncanakan untuk dilanjutkan di daerah lain,” ungkapnya.

Selain modifikasi cuaca, Pemprov Sumut juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk membahas langkah penanganan kabut asap, termasuk kemungkinan pemanfaatan teknologi pendukung guna mengurangi dampaknya.

“Kita juga bersinergi dengan Provinsi Sumsel terkait pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap,” jelas Bobby.

Pemantauan kualitas udara dan penerapan langkah pencegahan di daerah diharapkan dapat meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan memastikan informasi mengenai kondisi udara dan upaya perlindungan kesehatan tersampaikan kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. (Humas Kominfo Sumut)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement