Breaking News
Memuat breaking news...

Guru Fisika Takengon Tembus Forum Pendidikan Internasional di China

Redaksi
Redaksi
Minggu, 20 September 2026 - 1.14 PM WIB
Guru Fisika Takengon Tembus Forum Pendidikan Internasional di China
Yulisma Yanti, S.Pd., M.Pd., melangkah ke panggung pendidikan internasional.(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAKENGON (Waspada.id): Dari ruang kelas SMA Negeri 1 Takengon, Yulisma Yanti, S.Pd., M.Pd., melangkah ke panggung pendidikan internasional. Guru mata pelajaran Fisika tersebut dipercaya menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam forum “Seminar for Education Administrators from Southeast Asia” yang berlangsung di China.

Seminar multilateral tersebut diselenggarakan pada 10-23 September 2026 oleh Pemerintah Republik Rakyat China melalui program CHINA-AID, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk China.

Yulisma menjadi satu dari sembilan delegasi terbaik Indonesia yang diberangkatkan ke China. Dalam forum tersebut, ia bersanding dengan para administrator dan praktisi pendidikan pilihan dari sejumlah negara Asia Tenggara, di antaranya Thailand, Laos, Malaysia, Vietnam dan Myanmar.

Kegiatan bergengsi itu dipusatkan di CHINA-AID Educational Training and Management Center, International Office, Zhejiang Normal University, Jinhua City, China.

Seminar tersebut bertujuan memperkuat kerja sama pendidikan, membuka ruang pertukaran praktik baik dalam manajemen dan administrasi pendidikan, serta membangun jaringan antara negara-negara ASEAN dan China.

Bagi dunia pendidikan Aceh Tengah, keikutsertaan Yulisma menjadi capaian yang membanggakan. Pasalnya, guru dari Dataran Tinggi Gayo tersebut tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama Aceh dalam forum pendidikan yang mempertemukan para pendidik dan pengelola pendidikan dari berbagai negara.

Kepala SMA Negeri 1 Takengon saat dikonfirmasi mengaku bangga atas capaian yang diraih Yulisma.

“Kami sangat bangga Ibu Yulisma bisa membawa nama Aceh, khususnya Aceh Tengah dan SMAN 1 Takengon di kancah internasional. Ini bukti bahwa kualitas guru kita mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di Zhejiang Normal University bisa ditularkan untuk kemajuan pendidikan di daerah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Yulisma melalui pesan Whatsapp nya dari China kepada waspada menyampaikan rasa terima kasih sekaligus tanggung jawab yang diembannya sebagai perwakilan Aceh dan Indonesia dalam forum tersebut.

“Ini adalah amanah besar. Saya tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah, tetapi juga nama Aceh dan Indonesia.

Seminar ini menjadi wadah belajar yang luar biasa tentang bagaimana negara-negara tetangga mengelola pendidikan. Banyak best practice yang bisa kita adopsi untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Aceh Tengah,” kata Yulisma dari China.

Keikutsertaan Yulisma dalam forum internasional tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti seminar diharapkan dapat dibagikan kepada para guru dan diterapkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Aceh Tengah.

Kehadiran guru dari Dataran Tinggi Gayo di forum pendidikan internasional juga diharapkan menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya di Aceh untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan dan berani tampil di tingkat global.(id86)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement