Breaking News
Memuat breaking news...

Guru PAI Tapsel Diminta Kuasai Teknologi Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 9.55 PM WIB
Guru PAI Tapsel Diminta Kuasai Teknologi Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter
Hajairin Pane, S.Pd.I, memberikan pembinaan kepada Guru PAI di SD Negeri 1001105 Sayurmatinggi, Tapsel, Kamis (6/8/2026). waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada.id): Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan, Hajairin Pane, S.Pd.I, mendorong guru Pendidikan Agama Islam (PAI) agar mampu menguasai teknologi digital sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan.

"Perkembangan teknologi digital harus dimaanfaat secara positif dalam mendidik dan membentuk karakter siswa," kata Hajairin Pane, S.Pd.I saat memberikan pembinaan kepada Guru PAI tingkat TK, SD, SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Sayurmatinggi dan Tantom Angkola di SD Negeri 1001105 Sayurmatinggi, Tapsel, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan pembinaan itu bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di setiap satuan pendidikan.

Hajairin menegaskan, penguasaan media digital kini menjadi kompetensi yang tidak dapat diabaikan oleh guru. Menurutnya, pemanfaatan teknologi mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, efektif, serta sesuai dengan karakteristik generasi saat ini.

"Guru Pendidikan Agama Islam harus terus meningkatkan kompetensi, termasuk dalam penguasaan media digital. Teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik," ujarnya.

Selain mendorong transformasi digital dalam pembelajaran, Hajairin juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

"Pendidikan agama tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui pembiasaan ibadah dan penguatan akhlak dalam kehidupan sehari-hari," jelas Hajairin.

Ia menyebutkan, kegiatan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, praktik wudu, kultum, serta pembinaan akhlak merupakan sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Melalui pembinaan tersebut, seluruh Guru PAI di Kecamatan Sayurmatinggi dan Tantom Angkola diharapkan semakin termotivasi meningkatkan profesionalisme serta kualitas layanan pendidikan.

Hajairin menegaskan, sinergi antara pemanfaatan teknologi pembelajaran dengan penguatan pendidikan karakter akan melahirkan proses belajar yang lebih berkualitas dan berdampak positif bagi peserta didik.

Pembinaan yang diberikan kepada Guru PAI tersebut, ungkapnya, merupakan arahan dari Kakan Kemenag Tapsel H. Masir Rambe, MA.

"Kakan meminta dilakukan pembinaan secara berkelanjutan agar pendidikan agama semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tetap berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.(id46).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement