Hadapi Banjir Tahunan, Tim PKM Unimed Hadirkan Mini Lab Portabel Di MIN 1 Tebing TinggiHadapi Banjir Tahunan, Tim PKM Unimed Hadirkan Mini Lab Portabel Di MIN 1 Tebing Tinggi

MEDAN (Waspada.id): Banjir tahunan yang terjadi di wilayah Kota Tebing Tinggi turut menjadi tantangan bagi keberlangsungan pembelajaran di sekolah.
Kondisi dialami MIN 1 Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hulu, yang beberapa tahun terakhir menghadapi kerusakan hingga hilangnya perangkat pembelajaran akibat banjir.
Menjawab persoalan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan Ketua Tim PKM , Tariza Fairuz, M.Pd., bersama anggota Nadia Mubarokah, M.Pd. dan Larasati Arum Utami, M.Si menghadirkan Mini Lab Portabel berbasis STEM dan micro-scale sebagai alternatif fasilitas praktikum untuk mendukung pembelajaran IPA di sekolah terdampak banjir.
Dia mengatakan program bertajuk “Revitalisasi Pembelajaran IPA melalui Mini Lab Portabel Berbasis STEM dan Micro-scale di Daerah Banjir Tahunan” tersebut dilaksanakan di MIN 1 Tebing Tinggi pada Jumat, 7 Agustus 2026, atas pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun anggaran 2026 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed.
Katanya Mini Lab Portabel dirancang berukuran kecil, praktis, hemat dalam penggunaan bahan, serta mudah dipindahkan dan dievakuasi ketika banjir terjadi. Konsep micro-scale juga memungkinkan kegiatan praktikum dilakukan dengan penggunaan bahan dan peralatan dalam skala lebih kecil sehingga lebih efisien, namun tetap memberikan pengalaman belajar berbasis praktik kepada siswa.
Kehadiran perangkat tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Sulastri Elitawati Sinaga, S.Pd., guru kelas VI MIN 1 Tebing Tinggi, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan semangat baru bagi guru dan siswa untuk kembali melaksanakan kegiatan praktikum. “Dengan kedatangan Tim PKM Unimed ke sini, semangat kami sepertinya mulai kembali lagi. Sudah beberapa tahun perangkat dan alat praktikum kami hilang terbawa banjir. "Alhamdulillah, dengan adanya alat-alat ini kami bisa kembali melakukan praktik bersama anak-anak, sehingga anak-anak yang kami didik bisa lebih fokus dan semangat lagi dalam belajar. Terima kasih kepada Tim PKM Unimed,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Tim PKM Unimed perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed serta pihak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Mini Lab Portabel kepada mitra. Tim PKM selanjutnya memberikan pelatihan dan simulasi pembelajaran berbasis STEM melalui materi STEM dan Praktikum IPA (Fisika) yang disertai demonstrasi, kemudian dilanjutkan dengan Praktikum IPA (Biologi) dan demonstrasi. Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman dalam pemanfaatan perangkat praktikum.
Melalui pendekatan STEM dan micro-scale, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan penggunaan perangkat praktikum, tetapi juga mendorong pembelajaran IPA yang lebih interaktif, kontekstual, efisien, dan mudah diterapkan. Desain Mini Lab yang portabel menjadi bagian penting dari inovasi tersebut karena memungkinkan fasilitas praktikum lebih mudah diamankan ketika kondisi sekolah terdampak banjir.
Tariza Fairuz, M.Pd. melaksanakan program ini sebagai upaya menghadirkan fasilitas pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekolah. Kegiatan diakhiri dengan pengisian angket evaluasi oleh peserta, penilaian kinerja peserta, serta penyerahan sertifikat kepada peserta. Program ini diharapkan dapat membantu MIN 1 Tebing Tinggi mempertahankan pembelajaran IPA berbasis praktik sekaligus menjadi model inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan STEM, efisiensi praktikum, dan kesiapsiagaan terhadap banjir. (Wsp.id)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda