HADESYA Gelar Seminar Internasional Dan Lantik Pengurus Periode 2026–2030HADESYA Gelar Seminar Internasional Dan Lantik Pengurus Periode 2026–2030

MEDAN (Waspada.id): Himpunan Alumni Doktoral Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (HADESYA UINSU) menggelar Seminar Internasional sekaligus pelantikan pengurus HADESYA masa bakti 2026–2030, Kamis (13/8).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran alumni doktoral dalam pengembangan ekonomi syariah sekaligus membangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia internasional. Rangkaian kegiatan diawali laporan Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Yusron Ali Sya'bana, M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Abu Kosim, S.Sos., M.Ap. Selain itu, Rektor UINSU turut diwakili Wakil Rektor I UINSU, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara menyambut baik pelaksanaan Seminar Internasional dan pelantikan pengurus HADESYA. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara kalangan akademisi dan birokrasi dalam mempercepat pembangunan di Sumatera Utara.
Menurutnya, kontribusi akademisi sangat dibutuhkan pemerintah dalam menghasilkan gagasan dan rekomendasi berbasis kajian ilmiah yang dapat mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, mewakili Rektor UINSU, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan menegaskan pentingnya kontribusi alumni Doktoral Ekonomi Syariah dalam membantu pemerintah daerah. Alumni diharapkan dapat memberikan masukan melalui hasil-hasil penelitian yang relevan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun perencanaan serta menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.
Konsul Jenderal India Bahas Peluang Kerja Sama Ekonomi
Seminar internasional menghadirkan Konsul Jenderal India, Ravi Shanker Goel, sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, Ravi mempresentasikan kondisi makroekonomi India saat ini sekaligus mengulas berbagai peluang dan tantangan kerja sama ekonomi bilateral antara India dan Indonesia.
Ravi juga mengingatkan kembali sejarah hubungan India dan Indonesia yang telah terjalin erat sejak masa lalu. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus diperkuat dan dikembangkan dalam berbagai bidang, khususnya kerja sama ekonomi.
"Persahabatan India dan Indonesia harus terus dibangun dan dipertahankan," menjadi pesan yang ditekankan Ravi dengan semangat “berteman selamanya”.
Seminar berlangsung dinamis dan penuh kehangatan. Dialog antara narasumber dan peserta berlangsung konstruktif sehingga memberikan wawasan yang lebih luas mengenai hubungan bilateral India dan Indonesia, terutama dalam perspektif ekonomi dan peluang kerja sama di masa mendatang.
Sebagai penutup sesi seminar, panitia menyerahkan cendera mata kepada Konsul Jenderal India. Selain itu, dilakukan pemberian simbolis bibit bunga oleh Konsul Jenderal India kepada UINSU yang diterima oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSU, Prof. Dr. M. Syukri Al Bani Nst. Pemberian bibit bunga tersebut menjadi simbol persahabatan dan hubungan baik antara India dan Indonesia.
Pada sesi akhir, dilakukan pelantikan Pengurus Himpunan Alumni Doktoral Ekonomi Syariah (HADESYA) masa bakti 2026–2030 oleh Dekan FEBI UINSU. Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan orasi Ketua HADESYA terpilih, Dr. Hendra, SEI., MA.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat HADESYA, Dr. Kaswinata, berharap kepengurusan yang baru tidak hanya aktif pada momentum pelantikan, tetapi mampu terus membersamai dan mengembangkan organisasi.
Ia menekankan pentingnya HADESYA menjadi wadah silaturahmi bagi para doktor sekaligus ruang untuk memperkuat kegiatan akademik dan penelitian terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
"Para pengurus tidak hanya hadir saat pelantikan saja, tetapi teruslah kita membersamai organisasi ini sehingga dapat menjadi wadah silaturahmi sesama doktor," ujarnya.
Menurut Kaswinata, HADESYA juga perlu meningkatkan kontribusinya melalui penelitian terhadap berbagai persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keberpihakan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia berharap hasil kajian dan penelitian para alumni dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan pemerintah kota dalam mengembangkan perekonomian berbasis syariah.
Dengan demikian, HADESYA diharapkan dapat mengambil bagian dalam meningkatkan share ekonomi syariah di daerah serta mendukung pencapaian visi pembangunan menuju Indonesia Emas.(wsp.id)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda