Hama Wereng Menyerang, Seratusan Hektare Lebih Padi Petani Abdya Terancam Gagal Panen


BLANGPIDIE (Waspada.id): Puluhan hektare tanaman padi di kawasan Lama Inong, Gampong Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan terserang hama wereng menjelang masa panen pada pertengahan November 2026.
Petani khawatir serangan tersebut menggerus hasil panen setelah berbulan-bulan mengeluarkan biaya dan tenaga.
Ancaman itu menjadi perhatian serius karena kawasan persawahan Lama Inong memiliki luas lebih dari 120 hektare. Serangan yang terjadi menjelang panen dinilai berpotensi menimbulkan kerugian apabila tidak segera ditangani secara tepat.
Ferri, salah seorang petani setempat, Minggu (25/10) malam, mengatakan serangan wereng tidak hanya terjadi pada lahan miliknya, tetapi juga melanda sawah sejumlah petani lainnya.
Menurut dia, waktu kemunculan hama tersebut menjadi persoalan tersendiri karena tanaman padi sudah mendekati masa panen.
"Tanaman kami hampir semua terkena. Pertengahan November ini sudah mau panen. Kami khawatir hasilnya menurun, bahkan terancam gagal panen jika tidak segera ditangani," ujarnya.
Bagi petani, serangan hama pada fase menjelang panen bukan sekadar gangguan tanaman. Kondisi tersebut juga mengancam pengembalian modal yang telah dikeluarkan untuk pengolahan lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pemeliharaan selama masa tanam.
Petani lainnya, Rusli, mengatakan wereng menyerang tanaman padi dengan mengisap cairan tanaman. Jika populasinya tinggi, serangan dapat menyebabkan tanaman menguning, mengering, hingga mati.
Karena itu, petani meminta Dinas Pertanian Abdya segera memeriksa kondisi persawahan untuk memastikan tingkat serangan dan menentukan metode pengendalian yang sesuai.
Mereka menilai penanganan tidak boleh ditunda mengingat waktu panen semakin dekat. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan memperbesar dampak terhadap produksi padi.
"Sejauh ini belum ada petugas yang datang ke lokasi. Kami berharap segera ada penanganan agar hasil panen tidak semakin terancam," kata Rusli.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, S.TP., Senin (26/10), mengatakan pihaknya akan menurunkan petugas untuk melihat langsung kondisi tanaman padi di kawasan Lama Inong.
"Insya Allah, hari ini anggota kita turun ke lapangan," ujarnya.
Rencana pemeriksaan lapangan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk mengetahui luas lahan terdampak, tingkat serangan, serta tindakan pengendalian yang diperlukan.
Pemeriksaan langsung juga penting agar penanganan didasarkan pada kondisi riil tanaman, bukan sekadar laporan, sehingga langkah yang diambil dapat sesuai dengan kebutuhan petani.
Dengan masa panen yang kian dekat, petani kini menantikan tindak lanjut Dinas Pertanian Abdya. Mereka berharap respons cepat dan penanganan yang tepat dapat menekan risiko kerugian serta menyelamatkan hasil panen di kawasan persawahan Lama Inong. (id82)
Berita Terkait





































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda