Breaking News
Memuat breaking news...

Hampir Setahun Banjir Bireuen: Puluhan Hektare Sawah Tambak Rusak Belum Pulih, Warga Terpaksa Berutang

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 8.53 PM WIB
Hampir Setahun Banjir Bireuen: Puluhan Hektare Sawah Tambak Rusak Belum Pulih, Warga Terpaksa Berutang
Penampakan lahan sawah yang telah rusak ditumbuhi semak belukar yang tebal di Gampong Ule Ceu, Kecamatan Jangka, Sabtu (29/8). Waspada.id/Fauzan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BIREUEN (Waspada.id): Hampir setahun berlalu sejak banjir besar melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025 lalu, namun pemulihan sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup masyarakat masih jauh dari harapan di Desa Ule Ceu, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Puluhan hektare sawah dan tambak yang menjadi sumber utama penghidupan warga masih rusak parah dan tertimbun lumpur tebal dan sudah ditumbuhi semak blukar belum ada bantuan dari pemerintah utuk pembersihan lahan tersebut.

Berdasarkan pantauan Waspada.id di lokasi, Sabtu (29/8), sebagian lahan persawahan yang tertimbun material banjir bahkan kini mulai ditumbuhi semak belukar. Pemandangan itu menjadi bukti nyata betapa lama lahan produktif warga dibiarkan tanpa penanganan serius.

Bagi warga, persoalan yang dihadapi bukan sekadar tanah yang rusak. Ketika sawah dan tambak tidak dapat kembali berproduksi, sumber pendapatan keluarga ikut terhenti total. Kini, banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari hari. Sebagian terpaksa berutang, demi bertahan hidup.

"Kami sudah kehilangan mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarga," ungkap seorang warga Desa Ule Ceu dengan nada getir.

Lumpuhnya sektor pertanian membuat warga tak lagi memiliki penghasilan tetap. Untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, mereka terpaksa meminta bantuan kepada perangkat desa, yang juga hanya mampu membantu sekuat tenaga dengan persediaan yang terbatas.

"Kalau ada beras sebambu, ya dikasih sebambu," ujar perangkat desa tersebut jujur.

Di Desa Ule Ceu saja, terdapat sekitar 70 hektare tambak dan 27 hektare sawah yang masih tertimbun lumpur dan belum kembali produktif. Sebelumnya, warga sempat mendapat informasi bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan lahan terdampak pada Juli 2026. Namun, hingga akhir Agustus dan memasuki September, pekerjaan yang diharapkan itu belum juga terealisasi.

"Katanya perbaikan dilakukan bulan tujuh. Ini sudah habis bulan delapan, belum ada apa-apa," keluh warga.

Kondisi tambak yang telah rusak di Kecamatan Jangka, Sabtu (29/8).Waspada.id/Fauzan

Sebagian kecil tambak memang mulai diperbaiki, namun itu dilakukan sepenuhnya atas biaya pribadi pemilik, bukan melalui bantuan pemerintah. Akibatnya, hanya mereka yang memiliki modal yang bisa mulai memulihkan usahanya. Sementara warga yang tidak memiliki uang, harus tetap menunggu dalam kondisi lahan yang rusak tanpa kepastian.

Kini, muncul kabar bahwa Selasa mendatang akan ada penyaluran bantuan bibit ikan dari Dinas Perikanan. Namun, rencana tersebut justru menimbulkan keraguan di kalangan warga, mengingat kondisi sebagian besar tambak belum siap digunakan.

"Coba bayangkan bibit ikan disalurkan, sedangkan tambak belum diperbaiki. Katanya tambak yang rusak akan diperbaiki, tetapi tidak lagi menerima bantuan bibit. Bagaimana ini?" tanya warga bingung.

Warga Desa Ule Ceu berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat sementara, tetapi segera memulihkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber utama kehidupan ekonomi masyarakat.

"Harapan kami pemerintah segera memperbaiki sektor dasar pergerakan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan tambak. Jangan biarkan kami terus menunggu tanpa kepastian," pungkas warga tersebut.

Hal tersebut bukan warga Gampong ule Ceu saja yang mengalami, lahan Sawah di Gampong Bugak Punjot Kecamatan Jangka, kodisinya juga demikian, para petani di daerah itu, sekarang ini putus mata pencahariannya akibat sawah mereka belum bisa digunakan untuk menanam padi. (id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement