Hantono Raih Gelar Doktor di Unimed, Usung Model Good University Governance Tingkatkan Layanan Akademik PTSHantono Raih Gelar Doktor di Unimed, Usung Model Good University Governance Tingkatkan Layanan Akademik PTS

MEDAN (Waspada.id): Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan, Hantono, resmi menyandang gelar doktor usai sukses menjalani sidang terbuka promosi doktor Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) di Ruang Sidang A Lantai III Gedung Pusat Administrasi Unimed, Kamis (23/7).
Dalam sidang tersebut, Hantono mempertahankan disertasi berjudul "Pengembangan Model Good University Governance Berbasis Prinsip Faster, Better, dan Cheaper untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Akademik pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Medan."
Sidang promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd selaku pimpinan sidang, dengan Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd sebagai sekretaris sidang. Hantono dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Wildansyah Lubis, M.Pd dan Ko-Promotor Dr. Sukarman Purba, M.Pd.
Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Poltak Sinaga, M.Si selaku penguji eksternal, Dr. Waminton Rajagukguk, M.Pd, Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd, serta Prof. Dr. Aman Simaremare, M.S.
Diwawancarai wartawan usai sidang Direktur Pascasarjana Unimed, Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd, berharap ilmu yang diperoleh Hantono dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membawa nama baik almamater.
"Harapan kami, sebagai alumni Unimed, beliau mampu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat dan membawa nama baik Unimed," kata Prof Budi Valianto.
Menurutnya, model Good University Governance yang dikembangkan Hantono memiliki peluang besar untuk diterapkan di perguruan tinggi swasta, dengan menyesuaikan karakteristik dan kondisi masing-masing institusi.
"Kalau dari hasil uji model yang dilakukan, sangat memungkinkan untuk diimplementasikan. Tinggal disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi," ucapnya.
Sementara itu, Hantono mengatakan gelar doktor yang diraihnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola di lingkungan perguruan tinggi tempatnya mengabdi.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik melalui penerapan prinsip faster, better, dan cheaper, sehingga pelayanan akademik menjadi semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.
"Harapan saya, ke depan tata kelola kampus bisa semakin baik, lebih mantap, dan lebih terarah sehingga mahasiswa merasa lebih betah dalam mengikuti proses pembelajaran," tutur Hantono.
Ia menambahkan, salah satu poin penting dalam implementasi hasil disertasinya adalah mendorong respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan sivitas akademika.
"Prinsipnya adalah bagaimana kita bisa memberikan respons yang lebih cepat terhadap berbagai kebutuhan di kampus agar pelayanan menjadi lebih baik," ungkapnya.
Guru Besar Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Aman Simaremare, M.S., yang juga menjadi salah satu penguji, berharap Hantono mampu mengimplementasikan hasil penelitiannya setelah resmi menyandang gelar doktor.
"Harapannya, setelah promosi doktor ini, beliau dapat mengembangkan dan menerapkan hasil penelitiannya di institusi tempat mengabdi sehingga memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi," ujar Prof Aman.
Prof Aman menilai konsep Good University Governance yang dikembangkan dalam disertasi tersebut sangat relevan diterapkan di perguruan tinggi swasta, sepanjang pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta budaya organisasi masing-masing kampus.
"Konsep ini bisa diterapkan, tentu dengan penyesuaian terhadap karakteristik setiap perguruan tinggi," pungkasnya. (Fes)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda