Hardiansyah, Ketulusan di Balik Cahaya Radiologi

Di balik cahaya yang terpancar dari layar CT-Scan, ada ketulusan yang bekerja tanpa banyak kata. Di balik setiap citra yang membantu menegakkan diagnosis, ada tangan-tangan yang terampil dan hati yang mengabdi. Sosok itu adalah Hardiansyah, STr.Kes, radiografer yang menjadikan profesionalisme, tanggung jawab, dan ketulusan sebagai jalan pengabdiannya.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Pangkat Penata Tingkat I, Golongan Ruang III/d, Hardiansyah bertugas di Instalasi Radiologi RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli.
Lahir di Meureudu pada 12 Januari 1981, ia merupakan putra dari Harun Rasyid, seorang wiraswasta, dan Siti Latifah, pensiunan Guru Sekolah Dasar. Didikan kedua orang tuanya membentuk pribadi yang menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama.
Alumni Poltekkes Kemenkes Jakarta II ini memulai karier sebagai ASN di RSUD Pidie Jaya. Berkat dedikasi dan kompetensinya, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Ruang Radiologi pada periode 2010–2015.
Sejak 2016, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Radiografer CT-Scan di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, dengan komitmen memberikan pelayanan diagnostik yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas.
Di lingkungan kerja, Hardiansyah dikenal sebagai sosok yang ramah, cerdas, penuh tanggung jawab, profesional, suka menolong, dan rendah hati. Rekan-rekannya menilai ia selalu mengedepankan profesionalisme, disiplin, dan kerja sama dalam setiap tugas.
Pengalaman yang panjang tidak membuatnya merasa lebih tinggi dari orang lain. Sebaliknya, ia tetap sederhana, mudah bergaul, terbuka terhadap masukan, dan senantiasa siap membantu siapa pun yang membutuhkan.

Bagi Hardiansyah, pelayanan radiologi bukan sekadar mengoperasikan peralatan medis. Di balik setiap pemeriksaan terdapat pasien yang menyimpan harapan untuk memperoleh kepastian atas kondisi kesehatannya.
Karena itu, ia selalu berusaha memberikan penjelasan yang mudah dipahami, bersikap tenang, serta memastikan pasien merasa nyaman sebelum pemeriksaan dilakukan.
Pendekatan yang humanis tersebut meninggalkan kesan positif bagi sejumlah pasien dan keluarga yang pernah mendampingi anggota keluarganya menjalani pemeriksaan CT-Scan.
Mereka mengungkapkan bahwa sikap ramah dan kesabaran petugas membantu meredakan kecemasan pasien sebelum pemeriksaan dimulai. Ada keluarga pasien lanjut usia yang merasa bersyukur karena orang tua mereka diperlakukan dengan penuh kesabaran, kelembutan, dan penghormatan.
Sebagian lainnya mengaku bahwa penjelasan yang diberikan membuat mereka lebih memahami proses pemeriksaan sehingga rasa khawatir berkurang. Bagi mereka, pelayanan yang diterima bukan hanya pemeriksaan menggunakan teknologi medis, tetapi juga perhatian dan empati yang menghadirkan rasa aman.
Kesan positif itu menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kecanggihan alat, tetapi juga dari sikap petugas yang mampu menghadirkan ketenangan bagi pasien dan keluarganya.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam cara Hardiansyah menjalankan setiap amanah profesinya. Di balik pengabdiannya sebagai tenaga kesehatan, Hardiansyah juga merupakan ayah dari dua orang anak.
Keluarga menjadi sumber semangat untuk terus bekerja dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh kedua orang tuanya terus ia pegang sebagai pedoman dalam menjalankan profesi sekaligus mendidik anak-anaknya.

Hardiansyah saat presentasi sesama radiografer seluruh Aceh tentang Ct-Scan di Hotel Griya Banda Aceh. Waspada.id/Ist
Lebih dari 15 tahun mengabdi di bidang radiologi telah membentuk Hardiansyah sebagai tenaga kesehatan yang matang, baik dari sisi kompetensi maupun pengalaman.
Dengan integritas, profesionalisme, kepedulian terhadap sesama, dan kerendahan hati, ia membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak selalu hadir di bawah sorotan, melainkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Di balik cahaya radiologi, ada ketulusan yang tidak pernah redup. Dalam setiap pelayanan, Hardiansyah tidak hanya membantu menegakkan diagnosis, tetapi juga menghadirkan ketenangan, harapan, dan kemanusiaan bagi setiap pasien yang dilayaninya." WASPADA.id
Muhammad Riza














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda