Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Ayam dan Daging Sapi Melonjak, Pedagang Sergai Menjerit

Redaksi
Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 - 3.43 PM WIB
Harga Ayam dan Daging Sapi Melonjak, Pedagang Sergai Menjerit
Aktivitas UD. Ono, penjual daging di Pasar Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk mengkudu, Sergai, Senin (31/8). Waspada.id/Bambang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SERGAI (Waspada.id): Harga ayam potong dan daging sapi di Pasar Pagi Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengalami kenaikan. Kondisi ini mulai dirasakan pedagang karena pembeli mengurangi belanja akibat tingginya harga.

Harga ayam potong saat ini mencapai Rp35.500 per kilogram untuk ayam yang ditimbang hidup bersama bulu. Sedangkan daging ayam bersih disebut sudah berada di kisaran Rp40 ribu hingga mendekati Rp45 ribu per kilogram.

Dayat, 42, pedagang ayam potong warga Desa Sialang Buah, mengatakan harga tersebut cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.

"Kalau per kilo timbang hidup Rp35.500. Kalau daging bersih bisa Rp40 ribu lebih, hampir Rp45 ribu," ujar Dayat saat ditemui Waspada.id di Pasar Pagi Sialang Buah, Senin (31/8/2026) pagi.

Dayat pedagang ayam potong di Pasar Pagi Pekan Sialang Buah, Senin (31/8).Waspada.id/Bambang

Menurut Dayat, harga ayam setinggi itu belum biasa terjadi. Ia mengatakan, pada momentum Lebaran sebelumnya harga ayam paling tinggi hanya sekitar Rp32 ribu per kilogram. "Lebaran saja paling mahal Rp32 ribu, itu sudah mentok," katanya.

Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi penjualan. Dayat mengaku pembeli mulai berkurang dibandingkan kondisi biasanya.

"Kurang jauh pembelinya, menurun," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan harga ayam agar kembali terjangkau masyarakat dan tidak semakin membebani pedagang. "Mudah-mudahan harga diturunkanlah, supaya pedagang nggak menjerit," harapnya.

Sementara, Kenaikan juga terjadi pada harga daging sapi. Di pasar yang sama, harga daging sapi kini mencapai Rp140 ribu per kilogram.

Ditemui Waspada.id, Pemilik UD.Ono, pedagang daging sapi di Desa Sialang Buah, mengatakan sebelum mengalami kenaikan, harga daging berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram. "Sebelumnya kami jual daging di harga Rp120 sampai Rp125 ribu. Sekarang Rp140 ribu," kata Ono.

Ia menyebut, jika dibandingkan harga terendah sebelumnya Rp120 ribu per kilogram, kenaikan harga daging sapi saat ini mencapai sekitar 16,7 persen. Menurut Ono, kenaikan harga sapi di tingkat peternak turut memengaruhi harga daging. Harga sapi hidup disebut telah mencapai sekitar Rp65 ribu per kilogram.

Selain itu, biaya pakan ternak juga mengalami kenaikan. Harga konsentrat yang sebelumnya sekitar Rp3.000 disebut telah mencapai Rp5.000. "Karena susahnya pakan. Harga konsentrat yang biasanya Rp3.000 bisa menjadi Rp5.000. Mungkin dari situlah petani mengalami kenaikan biaya pakan, sapi pun harganya mahal sekarang," jelasnya.

Ratusan ayam di kios akibat turunnya daya beli konsumen, di Pasar Pagi Pekan Sialang Buah, Senin (31/8).Waspada.id/Bambang

Menurutnya, tingginya harga daging sapi juga berdampak terhadap penjualan. Pasar yang biasanya ramai kini mulai sepi. "Biasanya ramai pengunjung dan pembeli, sekarang ini sepi pasaran. Mengalami penurunan pembeli," ungkap Ono.

Tidak hanya pembeli rumah tangga lanjutnya, pedagang bakso yang biasanya mengambil daging dalam jumlah banyak juga mulai mengurangi pembelian. "Pedagang bakso biasanya ambil banyak, sekarang sudah menurun sedikit. Tidak seperti biasanya karena harga daging mengalami kenaikan," katanya.

Ono berharap pemerintah turun tangan untuk membantu menjaga ketersediaan dan kestabilan harga sapi sehingga harga daging di pasaran tidak terus meningkat.

"Harapan kami sebagai penjual daging, pemerintah bisa memberikan subsidi seperti sapi-sapi yang selama ini diberi bantuan. Pasar juga harus diperhatikan supaya harga daging sapi bisa turun atau stabil seperti biasa," harapnya.

Kenaikan harga ayam dan daging sapi tersebut kini menjadi beban tersendiri bagi pedagang maupun masyarakat. Pedagang berharap harga segera kembali normal agar daya beli konsumen dan aktivitas jual beli di pasar kembali bergairah.

(bs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement