Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Bahan Pokok di Pasar Bakaran Batu Lubukpakam Masih Tinggi

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 1.46 PM WIB
Harga Bahan Pokok di Pasar Bakaran Batu Lubukpakam Masih Tinggi
Suasana Pasar Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam, Jumat (28/8/26).(Waspada.id/Syahril)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LUBUKPAKAM (Waspada.id): Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bakaran Batu, Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut terlihat dari harga ikan, ayam potong, daging sapi, cabai, hingga gula pasir yang masih berada di atas harga normal, Jumat (28/8/26).

Herman, salah seorang pedagang ikan, mengatakan sejumlah jenis ikan masih dijual dengan harga cukup tinggi. Ikan dencis Rp40.000 per kilogram, tongkol Rp30.000 per kilogram, gembong Rp45.000 per kilogram, caru Rp30.000 per kilogram, nila Rp35.000 per kilogram, udang laut Rp40.000 per kilogram, sedangkan udang tambak berkisar Rp60.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong yang kini berada di kisaran Rp48.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi masih bertahan di angka Rp140.000 per kilogram.

“Harga daging sapi masih tetap Rp140 ribu per kilo, Bang. Belum ada tanda-tanda turun sampai sekarang,” ujar Riki, pedagang daging sapi.

Di lapak pedagang sayur, harga sejumlah komoditas juga masih mengalami perubahan. Wati, salah seorang pedagang, mengatakan harga cabai rawit saat ini Rp54.000 per kilogram. Meski mengalami penurunan dari sebelumnya Rp60.000 per kilogram, harga tersebut masih tergolong mahal.

“Cabai rawit sekarang Rp54.000 per kilogram. Sebelumnya Rp60.000 per kilogram, masih tetap mahal,” papar Wati.

Sementara itu, harga cabai merah tercatat Rp46.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram.

Harga bawang putih relatif stabil di angka Rp28.000 per kilogram, sedangkan bawang merah bertahan Rp26.000 per kilogram.

Cabai hijau juga mengalami kenaikan. Komoditas tersebut kini dijual Rp38.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp32.000 per kilogram.

Begitu juga cabai caplak yang mengalami kenaikan. Wati menambahka, harga komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp62.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp58.000 per kilogram.

“Kalau cabai caplak sekarang Rp60.000 per kilo, naik dari sebelumnya Rp58.000 per kilo,” katanya. Sementara harga tomat relatif stabil di angka Rp13.000 per kilogram, "sebutnya.

Ia menjelaskan, sewaktu makan bergizi gratis (MBG), sempat terhenti, harga ayam potong dan kebutuhan lainnya masih stabil. Tapi kini harga kebutuhan pokok kembali melonjak.

Untuk minyak goreng, Minyakita bersubsidi dijual antara Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan premium merek Sunco dibanderol Rp24.000 per liter dan Bimoli Rp23.000 per liter.

Adapun harga gula pasir masih berada di angka Rp18.500 per kilogram.

Ida, salah Warga Tumpatan, Kecamatan Beringin mengeluhkan lonjakan sejumlah kebutuhan pokok tersebut. Bahkan, ia mengaku terpaksa tidak membeli ayam potong karena harganya cukup tinggi. Sedangkan kebutuhan lain seperti cabai dan lainnya, ia hanya membeli sedikit saja.

"Tadinya mau beli ayam potong, tapi karena harganya tinggi ya gak jadi. Makanya beli ikan dencis setengah kolo saja. Kalau cabai cuma beli seperpat kilo. Soalnya kan harus beli minyak goreng dan sayuran," keluh Ida, seraya menyebutkan bahwa kenaikan harga kebutuhan dapur itu sangat berpengaruh bagi dia dan warga lainya yang berpenghasilan pas-pasan (id.28/syahril)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement