Harga Beras Premium Di Penggilingan Naik 10,02 Persen, Produksi Nasional MeningkatHarga Beras Premium Di Penggilingan Naik 10,02 Persen, Produksi Nasional Meningkat

JAKARTA (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras premium di tingkat penggilingan mengalami kenaikan signifikan sepanjang Juli 2026. Secara tahunan (year on year/yoy), harga beras premium melonjak hingga 10,02 persen, seiring meningkatnya harga berbagai kualitas beras di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, secara keseluruhan rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 naik 0,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) dan meningkat 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kalau kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan maka untuk beras premium naik sebesar 0,44 persen secara month to month-nya dan naik 10,02 persen secara year on year-nya," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8).
Selain beras premium, harga beras medium di tingkat penggilingan juga mengalami kenaikan. Pada Juli 2026, harga beras medium naik 1,25 persen secara bulanan dan meningkat 3,24 persen secara tahunan.
Kenaikan harga beras juga terjadi di tingkat perdagangan. BPS mencatat, di tingkat grosir beras mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan dan 4,11 persen secara tahunan.
Sementara itu, di tingkat konsumen atau eceran, harga beras mencatat inflasi sebesar 0,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 3,10 persen dibandingkan Juli 2025.
Ateng menjelaskan, angka yang disampaikan BPS merupakan rata-rata harga beras nasional yang mencakup berbagai jenis kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia.
"Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," tutur Ateng.
Di tengah kenaikan harga tersebut, BPS memproyeksikan produksi beras nasional masih menunjukkan tren positif. Total produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat selama periode Januari hingga September 2026 diperkirakan mencapai 28,71 juta ton.
"Peningkatan sebesar 0,003 juta ton atau meningkat 0,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," terang Ateng. (cnni)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda