Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Cabai Merah dan Ayam Turun, Berpeluang Sumbang Deflasi Oktober

Redaksi
Redaksi
Senin, 12 Oktober 2026 - 1.21 PM WIB
Harga Cabai Merah dan Ayam Turun, Berpeluang Sumbang Deflasi Oktober
Foto ilustrasi cabai merah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Harga cabai merah dan daging ayam ras di sejumlah pedagang terpantau turun pada awal pekan ini, Senin (12/10). Peningkatan pasokan menjadi faktor utama yang menekan harga kedua komoditas tersebut. Bahkan, untuk harga daging ayam diperkirakan berpeluang menyumbang deflasi Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, penurunan harga cabai merah terjadi setelah komoditas tersebut sempat mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp80.000 per kilogram pada pekan sebelumnya.

"Berdasarkan pemantauan di pasar, harga cabai merah pada awal pekan ini paling banyak ditransaksikan pada kisaran Rp50.000 hingga Rp68.000 per kilogram. Meski demikian, masih terdapat pedagang yang menjualnya di kisaran Rp80.000 per kilogram," ujar Gunawan, Senin (12/10).

Menurutnya, penurunan harga tersebut terbilang menarik karena berbeda dengan pola yang kerap terjadi pada awal pekan. Biasanya, harga cabai cenderung mengalami kenaikan, terutama ketika pasokan banyak didatangkan dari luar Sumut. Namun, kondisi kali ini menunjukkan harga cabai merah justru lebih murah dibandingkan menjelang akhir pekan sebelumnya.

Gunawan menjelaskan, penurunan harga cabai merah lebih banyak dipengaruhi peningkatan pasokan di tingkat pedagang. Hasil pemantauan di pasar induk menunjukkan persediaan cabai merah yang mengendap mengalami peningkatan sehingga berpotensi meredam gejolak harga untuk sementara waktu.

"Meski demikian, penurunan harga belum terjadi merata pada seluruh jenis cabai. Cabai rawit masih berada di kisaran Rp73.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, cabai hijau dijual sekitar Rp52.000 per kilogram dan cabai caplak mencapai Rp85.000 per kilogram," ujarnya.

Harga Ayam Turun Rp3.000 per Kg

Selain cabai merah, harga daging ayam ras juga mengalami penurunan cukup tajam pada awal pekan ini. Gunawan menilai perkembangan tersebut membuka peluang bagi komoditas daging ayam untuk memberikan andil terhadap deflasi Sumut pada Oktober 2026.

Ia mencontohkan, berdasarkan salah satu sampel pemantauan harga, daging ayam yang pada Jumat lalu ditransaksikan sekitar Rp41.000 per kilogram kini turun menjadi Rp38.000 per kilogram pada awal pekan.

"Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp3.000 per kilogram atau 7,3 persen dibandingkan harga pada akhir pekan sebelumnya," katanya.

Penurunan harga juga terpantau terjadi di tingkat pedagang besar. Kondisi ini berpotensi mendorong penyesuaian harga hingga ke tingkat konsumen, sehingga dampaknya terhadap inflasi dapat menjadi lebih luas.

Menurut Gunawan, peningkatan pasokan menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga daging ayam. Secara mingguan, pasokan komoditas tersebut tercatat meningkat selama empat pekan terakhir.

Di sisi lain, sejumlah peternak menyampaikan bahwa permintaan daging ayam belakangan ini cenderung melemah. Kombinasi peningkatan pasokan dan penurunan permintaan tersebut membuat harga berada dalam tekanan.

Kondisi ini cukup menarik karena terjadi ketika harga pokok produksi (HPP) daging ayam justru berada dalam tren meningkat. Dengan demikian, penurunan harga di pasar tidak serta-merta mencerminkan membaiknya kondisi usaha peternak.

Pasokan Jadi Penentu Harga Pangan

Gunawan menyebutkan, pergerakan harga ayam dan cabai merah pada awal pekan ini menunjukkan bahwa keseimbangan pasokan dan permintaan masih menjadi faktor penting dalam menentukan harga pangan di pasar.

Jika peningkatan pasokan daging ayam terus berlanjut dan penurunan harga bertahan hingga tingkat konsumen, komoditas ini berpeluang memberikan kontribusi terhadap deflasi bulanan Sumut pada Oktober 2026.

"Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dicermati bersama pergerakan harga komoditas pangan lainnya. Penurunan harga pada beberapa komoditas belum tentu secara otomatis menghasilkan deflasi secara keseluruhan, karena inflasi juga dipengaruhi perubahan harga berbagai barang dan jasa," ujarnya.

Sementara itu, harga cabai merah yang mulai turun memberikan sedikit ruang bagi meredanya tekanan harga pangan setelah mengalami lonjakan pada pekan sebelumnya. Keberlanjutan penurunan harga akan sangat bergantung pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dalam beberapa waktu ke depan. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement