Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Cabai Merah Tembus Rp50 Ribu Per Kg, Ini Pemicunya!

Redaksi
Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 - 4.07 PM WIB
Harga Cabai Merah Tembus Rp50 Ribu Per Kg, Ini Pemicunya!
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Harga cabai merah di Kota Medan kembali melonjak tajam. Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di tingkat pasar mencapai Rp52.500 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp36.500 per kilogram.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang memicu lonjakan harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir, dengan faktor cuaca menjadi penyebab utama.

"Curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Utara berpotensi mengganggu proses produksi maupun distribusi cabai. Selain itu, gangguan pemadaman listrik yang masih terjadi di beberapa daerah juga turut memengaruhi pembentukan harga di tingkat pedagang besar," ujar Gunawan, Rabu (10/6).

Menurutnya, saat hujan deras terjadi, petani kerap menunda proses panen karena pertimbangan keamanan dan kendala distribusi. Akibatnya, pasokan cabai ke pasar menjadi berkurang.

Di sisi lain, pedagang juga menghadapi risiko penyusutan barang yang lebih tinggi saat musim hujan. Kondisi tersebut diperparah oleh potensi menurunnya aktivitas pembeli di pasar saat cuaca buruk.

"Situasi ini membuat harga cabai menjadi sangat fluktuatif dan cenderung bergerak liar dalam jangka pendek," katanya.

Selain faktor cuaca, Gunawan menjelaskan bahwa tingginya permintaan dari luar Sumatera Utara turut menjadi penyebab kenaikan harga. Sejumlah daerah seperti Riau, Jambi, hingga Jakarta saat ini masih mengandalkan pasokan cabai dari Sumatera Utara.

"Permintaan dari luar daerah cukup besar. Ketika pasokan terserap ke berbagai wilayah, maka harga di pasar lokal otomatis ikut terdorong naik," jelasnya.

Faktor ketiga yang mulai memengaruhi harga adalah kenaikan biaya produksi atau harga pokok produksi (HPP). Menurut Gunawan, sejumlah komponen biaya produksi mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk harga plastik dan berbagai kebutuhan penunjang usaha pertanian.

"Kenaikan biaya input produksi sudah mulai terasa sejak gejolak konflik Iran dan Amerika Serikat memengaruhi harga sejumlah komoditas. Dampaknya kini mulai dirasakan konsumen melalui kenaikan harga jual cabai," ujarnya.

Meski demikian, Gunawan menilai faktor cuaca masih menjadi pemicu dominan kenaikan harga saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko harga cabai bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama tetap perlu diwaspadai.

"Kalau faktor cuaca sifatnya sementara dan fluktuatif. Yang perlu dicermati justru kenaikan biaya produksi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir karena berpotensi menciptakan kenaikan harga yang lebih fundamental," katanya.

Ia memperkirakan harga cabai merah masih berpotensi bertahan di level tinggi apabila cuaca belum membaik dan biaya produksi terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pangan yang lebih luas pada bulan ini. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement