Breaking News
Memuat breaking news...

Harga CPO Kompak Menguat, Tembus Level Tertinggi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 - 8.12 AM WIB
Harga CPO Kompak Menguat, Tembus Level Tertinggi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kompak menguat pada perdagangan Senin (17/8/2026). Bahkan, harga CPO menembus level tertinggi sejak awal April, sekaligus membalikkan pelemahan yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO pengiriman September 2026 naik 13 ringgit Malaysia menjadi 4.589 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Oktober 2026 juga menguat 7 ringgit Malaysia menjadi 4.717 ringgit Malaysia per ton.

Penguatan berlanjut pada kontrak November 2026 yang naik 14 ringgit Malaysia menjadi 4.821 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Desember 2026 meningkat 24 ringgit Malaysia menjadi 4.903 ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak Januari 2027 melonjak 34 ringgit Malaysia menjadi 4.970 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Februari 2027 bahkan melesat 43 ringgit Malaysia menjadi 5.017 ringgit Malaysia per ton.

Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan terjadi hampir di seluruh kontrak, dengan kontrak pengiriman jangka panjang mencatat kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan kontrak jangka pendek.

Harga Minyak Nabati Jadi Penopang

Dikutip dari TradingView, penguatan harga CPO ditopang oleh kenaikan harga minyak nabati di Bursa Dalian yang memperbaiki sentimen pasar.

Aksi bargain hunting atau pembelian ketika harga mengalami pelemahan sebelumnya juga turut memberikan dorongan terhadap harga CPO.

Sentimen positif semakin diperkuat oleh prospek permintaan yang membaik. Impor minyak nabati India tercatat mencapai level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli.

Kilang-kilang di India meningkatkan pengisian kembali stok minyak sawit dan minyak kedelai menjelang musim festival. Kondisi tersebut memberikan harapan terhadap peningkatan permintaan CPO dari salah satu konsumen utama dunia.

Meski demikian, penguatan harga CPO tidak sepenuhnya mulus. Kenaikan tertahan oleh penguatan Ringgit Malaysia serta pelemahan kontrak minyak kedelai di Bursa Chicago.

Stok CPO Malaysia Masih Tinggi

Di tengah penguatan harga, pasar masih dibayangi oleh tingginya persediaan minyak sawit Malaysia.

Stok CPO Malaysia pada Juli meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan tersebut terjadi karena pertumbuhan produksi melampaui laju ekspor.

Prospek ekspor juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Intertek memperkirakan pengiriman CPO Malaysia pada periode 1-15 Agustus turun 7,9% dibandingkan periode yang sama pada Juli.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi ruang penguatan harga CPO dalam jangka pendek.

Pasar Menanti Data China

Pelaku pasar juga mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang rilis data aktivitas ekonomi China untuk Juli.

Data penjualan ritel dan produksi industri akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan gambaran terbaru mengenai kekuatan permintaan di China, salah satu pasar penting bagi komoditas minyak sawit.

Jika data ekonomi China menunjukkan perbaikan, prospek permintaan CPO berpotensi semakin positif. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat kembali menekan sentimen pasar dan membatasi penguatan harga minyak sawit. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement