Breaking News
Memuat breaking news...

Harga CPO Melonjak Tajam, Sentimen Biodiesel B15 Angkat Pasar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 6 Mei 2026 - 8.10 AM WIB
Harga CPO Melonjak Tajam, Sentimen Biodiesel B15 Angkat Pasar
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (5/5/2026), melanjutkan tren penguatan selama dua hari berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap rencana implementasi biodiesel B15 di Malaysia.

Berdasarkan data BMD pada penutupan perdagangan, kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 naik 88 Ringgit Malaysia menjadi 4.642 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Juni 2026 meningkat 91 Ringgit Malaysia ke level 4.681 Ringgit Malaysia per ton.

Penguatan juga terjadi pada kontrak Juli 2026 yang naik 88 Ringgit Malaysia menjadi 4.710 Ringgit Malaysia per ton, serta Agustus 2026 yang bertambah 83 Ringgit Malaysia ke posisi 4.721 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak September 2026 menguat 76 Ringgit Malaysia menjadi 4.722 Ringgit Malaysia per ton, dan Oktober 2026 naik 69 Ringgit Malaysia ke level 4.720 Ringgit Malaysia per ton.

Mengutip TradingView, sentimen positif muncul setelah pemerintah Malaysia mengumumkan rencana memproduksi biodiesel dengan campuran 15% minyak sawit (B15) mulai Juni mendatang. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan harga solar di dalam negeri.

Direktur broker Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam menyebut pasar memperkirakan implementasi penuh B15 akan menyerap sekitar 1,5 juta ton CPO per tahun, sehingga dapat meningkatkan permintaan domestik dan menopang harga.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti data produksi bulanan dari Malaysian Palm Oil Association untuk April. Data tersebut dinilai penting dalam membaca tren produksi pada kuartal II-2026.

Dari pasar global, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat melemah 0,33%, sementara Dalian Commodity Exchange masih libur dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 6 Mei.

Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, pergerakan harga CPO turut dipengaruhi dinamika minyak nabati lainnya. Sementara itu, harga minyak mentah dunia melemah lebih dari 1% setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 6%, seiring meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

Penurunan harga minyak mentah membuat CPO relatif kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. Namun, pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS sebesar 0,3% justru meningkatkan daya saing harga CPO di pasar global.

Secara teknikal, analis Wang Tao memperkirakan harga CPO berpotensi melanjutkan kenaikan ke kisaran 4.693 hingga 4.713 Ringgit Malaysia per ton, didorong oleh pola gelombang kenaikan lanjutan. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement