Harga CPO Naik, Terdorong Lonjakan Minyak GlobalHarga CPO Naik, Terdorong Lonjakan Minyak Global

JAKARTA (Waspada.id): Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melejit pada perdagangan Senin (4/5/2026). Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia serta minyak kedelai global, di tengah ekspektasi penurunan stok dalam waktu dekat.
Berdasarkan data BMD pada penutupan perdagangan, hampir seluruh kontrak berjangka CPO mencatat penguatan signifikan. Kontrak Mei 2026 naik 50 Ringgit Malaysia ke level 4.554 Ringgit Malaysia per ton, disusul kontrak Juni 2026 yang juga melesat 50 Ringgit Malaysia menjadi 4.590 Ringgit Malaysia per ton.
Penguatan berlanjut pada kontrak Juli 2026 yang melonjak 52 Ringgit Malaysia ke posisi 4.622 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Agustus 2026 naik 50 Ringgit Malaysia menjadi 4.638 Ringgit Malaysia per ton.
Untuk kontrak September 2026, harga terkerek 47 Ringgit Malaysia ke level 4.646 Ringgit Malaysia per ton. Adapun kontrak Oktober 2026 meningkat 42 Ringgit Malaysia dan ditutup di posisi 4.651 Ringgit Malaysia per ton.
Mengutip Bernama, penguatan harga CPO sejalan dengan reli harga minyak global. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak US$ 6,27 atau 5,8% ke level US$ 114,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 4,48 atau 4,4% ke posisi US$ 106,42 per barel.
Sentimen positif juga datang dari proyeksi penurunan stok yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat, sehingga memperkuat pergerakan harga di pasar.
Trader proprietary Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan ekspektasi penurunan stok dalam beberapa waktu ke depan juga akan menopang pergerakan pasar.
“Kami melihat level support di atas 4.550 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.680 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya. (invid)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda