Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Emas Capai Level Tertinggi Setelah Tekanan Minyak Mereda

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 19 September 2026 - 8.56 AM WIB
Harga Emas Capai Level Tertinggi Setelah Tekanan Minyak Mereda
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga emas dunia kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, atau Sabtu pagi waktu Jakarta. Penguatan ini membawa emas menuju kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan.

Pergerakan harga emas mendapat dorongan dari meredanya tekanan harga minyak dunia. Koreksi harga minyak ikut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi berkepanjangan, meski penguatan dolar Amerika Serikat (AS) masih membatasi ruang kenaikan emas.

Mengutip CNBC, Sabtu (19/9/2026), harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.352,39 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dalam sepekan, harga emas spot telah menguat 0,2%. Sementara itu, harga emas kontrak berjangka justru turun tipis 0,2% menjadi US$4.390,30 per ons.

"Penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak telah menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga (AS) dan mengambil posisi jual (short positions) untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi-posisi tersebut kini telah ditutup dengan cepat," ujar Presdent of World Markets EverBank, Chris Gaffney.

Harga Minyak Mulai Mereda

Penguatan emas terjadi ketika harga minyak mentah Brent kembali turun untuk sesi ketiga berturut-turut.

Meredanya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak. Kondisi tersebut mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan biaya energi mulai berkurang. Namun, risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian investor.

Di sisi lain, dolar AS justru menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh minggu. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan emas karena logam mulia yang dihargai dalam dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar Masih Cermati Suku Bunga AS

Pergerakan emas juga masih dibayangi arah kebijakan moneter Federal Reserve. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75%-4% pada Rabu.

Bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 58% untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya ketika para pejabat bank sentral kembali menggelar pertemuan pada Oktober.

Suku bunga menjadi faktor penting bagi harga emas. Meski emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena aset yang memberikan imbal hasil menjadi relatif lebih menarik.

Bukan hanya AS, kebijakan moneter Jepang juga menjadi perhatian pasar. Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun dan mengisyaratkan kesiapannya untuk kembali menaikkan biaya pinjaman.

Emas Uji Level US$4.400

Dari sisi permintaan, pembelian emas di India cenderung lesu pada pekan ini. Konsumen memilih menunda pembelian sembari menunggu kemungkinan harga yang lebih rendah.

Sementara itu, premi harga emas di China tetap stabil yang menunjukkan dukungan dari permintaan investasi di negara tersebut.

Gaffney melihat emas kini menghadapi level penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.

"Emas saat ini sedang menguji level resistansi di kisaran US$ 4.400 hingga US$ 4.440, dan pergerakan di atas level resistansi ini dapat membuka jalan bagi kenaikan harga emas lebih lanjut," ujar Gaffney.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat penguatan.

Harga perak spot naik 1,8% menjadi US$66,37 per ons. Platinum menguat 1,7% menjadi US$1.798,30 per ons, sedangkan paladium naik 1% menjadi US$1.303,46 per ons.

Ketiga logam tersebut juga mencatatkan kenaikan sepanjang pekan ini. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement