Harga Emas Tembus US$4.600, Tiga Level Ini Jadi PenentuHarga Emas Tembus US$4.600, Tiga Level Ini Jadi Penentu

JAKARTA (Waspada.id): Harga emas kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (24/8/2026). Setelah melonjak hampir 7% dalam tiga sesi perdagangan terakhir, emas kini memasuki fase penting yang dapat menentukan apakah reli masih berlanjut atau mulai terkoreksi.
Harga emas tercatat menguat 0,28% ke level US$4.617,95 per ons troi saat berita ini ditulis.
Penguatan tajam tersebut membuat bias bullish kembali menguat. Namun, investor perlu mencermati sejumlah level teknikal yang berpotensi menjadi titik penentu pergerakan harga emas selanjutnya.
Market Analyst Forex.com Julian Pineda CFA CMT menyoroti tiga level utama, yakni US$4.700, US$4.500, dan US$4.378 per ons troi.
Ketiga level tersebut menjadi perhatian karena masing-masing berfungsi sebagai resistance maupun support penting dalam menentukan kekuatan tren emas.
US$4.700 Jadi Ujian Pertama
Level pertama yang perlu diperhatikan adalah US$4.700 per ons troi. Menurut Pineda, level ini menjadi resistance penting bagi kelanjutan momentum bullish emas.
“Level pertama yang perlu diperhatikan adalah US$ 4.700 per ons troi. Pineda menilai level ini menjadi resistance penting bagi kelanjutan momentum bullish emas,” tulis Pineda dalam risetnya, Senin (24/8/2026).
Level US$4.700 bertepatan dengan retracement Fibonacci 50% dari pergerakan penting pada grafik, sekaligus menjadi level tertinggi yang belum terlihat dalam beberapa bulan.
Jika emas berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, momentum bullish berpotensi semakin kuat. Sebaliknya, kegagalan menembus US$4.700 dapat memicu aksi ambil untung setelah harga mengalami kenaikan sangat cepat.
US$4.500 Jadi Penyangga
Level berikutnya yang tak kalah penting adalah US$4.500 per ons troi. Area tersebut bertepatan dengan moving average periode 200 sehingga menjadi salah satu level teknikal yang perlu dicermati ketika tekanan jual mulai meningkat.
“Jika harga bertahan di atas level tersebut, struktur bullish masih relatif terjaga. Namun, penurunan di bawah US$ 4.500 per ons troi akan meningkatkan perhatian terhadap potensi koreksi yang lebih dalam. Sementara itu, US$ 4.378 per ons troi menjadi support kritis dalam struktur harga emas,” tambahnya.
Dengan demikian, US$4.500 menjadi batas penting untuk mempertahankan struktur bullish emas dalam jangka pendek.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, tren kenaikan masih relatif terjaga. Namun, jika emas tergelincir di bawah US$4.500, risiko koreksi yang lebih dalam akan semakin terbuka.
US$4.378 Jadi Benteng Terakhir
Sementara itu, US$4.378 per ons troi menjadi support kritis dalam struktur harga emas.
Level tersebut merupakan zona keseimbangan penting yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir sekaligus menjadi salah satu area pertahanan utama bagi pembeli.
Jika harga emas kembali mendekati US$4.378, kekuatan reli terbaru akan kembali diuji. Penembusan ke bawah level tersebut berpotensi melemahkan reli dan membuka ruang bagi emas memasuki fase konsolidasi yang lebih luas.
Dolar AS Ikut Dorong Harga Emas
Selain faktor teknikal, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu katalis utama yang menopang kenaikan emas.
Pineda mencatat, indeks DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama telah bergerak di bawah level 99 dan masih menunjukkan profil bearish.
Hubungan emas dan dolar AS juga terlihat cukup kuat. Koefisien korelasi 25 sesi perdagangan terakhir berada di sekitar minus 0,8, menunjukkan hubungan berlawanan yang kuat antara kedua aset tersebut.
Artinya, ketika dolar AS melemah, emas cenderung memperoleh dukungan karena menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Pelemahan dolar juga membuat emas kembali dilirik sebagai aset alternatif, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar obligasi AS.
Minat di Pasar Berjangka Meningkat
Penguatan emas turut diikuti meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar berjangka.
Volume perdagangan sepanjang pekan tercatat meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Bahkan pada 19 Agustus, jumlah kontrak emas berjangka yang diperdagangkan menembus 300.000 kontrak.
Kondisi tersebut menunjukkan minat pelaku pasar terhadap emas masih tinggi.
Namun, kenaikan yang berlangsung sangat cepat membuat risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Indikator Relative Strength Index (RSI) telah bergerak di atas level 70 yang mengindikasikan kondisi overbought. Situasi tersebut menunjukkan tekanan beli sudah sangat tinggi dan membuka peluang terjadinya aksi ambil untung.
Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih memberikan sinyal positif. Histogram MACD konsisten berada di atas garis netral 0, menandakan momentum jangka pendek masih mendukung tren bullish.
Dengan demikian, US$4.700 menjadi level kunci untuk mengonfirmasi kelanjutan reli, sementara US$4.500 dan US$4.378 menjadi area penting yang perlu dipertahankan agar struktur bullish emas tidak berubah menjadi koreksi yang lebih dalam. (invid)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda