Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Harga Minyak Dunia Anjlok 8,7 Persen, Brent Jatuh ke US$94 per Barel

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 8.56 AM WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 8,7 Persen, Brent Jatuh ke US$94 per Barel
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Harga minyak dunia terjun bebas pada perdagangan Rabu (4/11/2026), dengan penurunan mencapai lebih dari 8 persen. Pelemahan dipicu perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu serta munculnya peluang penyelesaian perang dengan Iran.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 8,3 persen dan ditutup pada US$88,12 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional anjlok 8,7 persen menjadi US$94,62 per barel.

Tekanan terhadap harga minyak menguat setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perang melawan Iran sebagai penyebab kemunduran Partai Republik dalam pemilu paruh waktu.

“Alasan kita kalah adalah perang,” tulis Vance melalui media sosial dikutip dari CNBC, Kamis (5/11/2026).

“Presiden sendiri telah mengatakan hal itu tadi malam," tambah dia.

Partai Demokrat berhasil memenangkan pemilihan di DPR dan Senat dalam pemilu Selasa. Hasil tersebut memberikan kekuatan politik bagi Demokrat untuk mendesak Presiden Donald Trump mengakhiri perang yang tidak populer dan telah mendorong kenaikan harga bensin serta solar.

Peluang Kesepakatan AS-Iran Tekan Harga Minyak

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menilai hasil pemilu membuat pasar memperkirakan Trump akan lebih terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Pemilu membuat pasar menyimpulkan bahwa Trump mungkin kini cenderung memilih untuk mencapai kesepakatan,” kata Lipow.

Menurut dia, Demokrat berpeluang membatasi pendanaan perang. Selain itu, keputusan Trump memangkas sebagian bantuan pendanaan kepada Israel dapat mendorong pemerintah Israel mengikuti keputusan Washington.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada Selasa, Trump mengatakan belum memiliki rencana segera untuk menyerang Iran.

Sebelumnya, pasar minyak telah memperhitungkan risiko eskalasi konflik setelah pemilu AS. Kekhawatiran tersebut turut mendorong harga minyak naik lebih dari 10 persen sepanjang Oktober.

Namun, kontrak berjangka minyak kini telah turun lebih dari 14 persen dalam sepekan. Pejabat senior AS dan Iran mulai menunjukkan keterbukaan terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Meski demikian, analis energi CIBC, Rebecca Babin, menilai penurunan harga minyak berpotensi berlebihan.

Menurut dia, pasar saat ini bereaksi cepat tanpa mempertimbangkan seluruh faktor secara matang karena emosi investor masih tinggi setelah hasil pemilu yang mengejutkan.

Banyak pengamat sebelumnya memperkirakan kemenangan besar Demokrat justru akan mendorong Trump meningkatkan eskalasi konflik dengan Iran.

“Pernyataan Vance dan minimnya dukungan terbuka dari sekutu utama telah menggugat asumsi tersebut,” ujar Babin.

Risiko Eskalasi Konflik Masih Membayangi

Di tengah optimisme pasar terhadap peluang diplomasi, risiko eskalasi militer di kawasan masih menjadi perhatian. Presiden Rapidan Energy sekaligus mantan penasihat Presiden George W. Bush, Bob McNally, memperingatkan risiko tersebut masih lebih besar.

“Iran telah memperkuat sikapnya yang tidak mau berkompromi,” kata McNally.

“Trump, yang kini telah membayar harga politik sangat besar atas tekadnya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, kecil kemungkinan akan meninggalkan tujuan besar yang menjadi warisannya tersebut dan begitu saja mundur,” pungkasnya. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement