Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Minyak Dunia Melonjak, Rencana Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 8.11 AM WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak, Rencana Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Kamis (6/8/2026) setelah muncul kekhawatiran baru terkait rencana Iran menerapkan aturan lebih ketat bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sentimen tersebut membalikkan optimisme pasar yang sebelumnya berharap jalur pelayaran strategis itu segera kembali dibuka secara normal.

Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2026), harga minyak Brent melonjak 3,8 persen dan ditutup di level US$82,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8 persen menjadi US$77,29 per barel.

Sebelumnya, harga minyak sempat tertekan hampir 8 persen sepanjang pekan ini setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyampaikan bahwa kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dengan jaminan kebebasan pelayaran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

Namun hingga kini, kesepakatan tersebut belum diumumkan secara resmi. Iran dan Oman diketahui masih menyusun perjanjian mengenai pengaturan jalur transit di Selat Hormuz. Dalam skema yang beredar, kapal yang memasuki kawasan Teluk akan melintasi perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar akan diarahkan melalui perairan Oman.

Optimisme pasar kemudian memudar setelah kantor berita pemerintah Iran, Fars, menerbitkan rancangan awal aturan baru yang memuat ketentuan lebih ketat terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Rancangan tersebut saat ini masih dalam pembahasan oleh komite parlemen Iran.

Berdasarkan rancangan itu, Iran berencana melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Selain itu, negara-negara yang dianggap telah merugikan Iran juga tidak akan diizinkan melintas sebelum membayar kompensasi. Teheran bahkan mengusulkan pemberlakuan denda sebesar 20 persen dari nilai muatan kapal bagi pihak yang melanggar aturan tersebut.

Ketegangan Regional Tambah Tekanan

Di saat yang sama, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang konsentrasi pasukan Arab Saudi. Sehari sebelumnya, kelompok yang didukung Iran itu juga mengaku menyerang sebuah kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, dekat terminal ekspor minyak Yanbu yang menjadi salah satu jalur penting distribusi energi dunia.

Situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz juga menjadi perhatian setelah sebuah kapal tanker melaporkan mendengar dua ledakan di lepas pantai Oman saat melintasi kawasan tersebut. Berdasarkan laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), awak kapal maupun kapal dilaporkan dalam kondisi aman.

Perkembangan terbaru ini kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak dalam waktu dekat. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement