Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 5 Persen Usai Trump Batal Serang IranHarga Minyak Dunia Merosot Hampir 5 Persen Usai Trump Batal Serang Iran

JAKARTA (Waspada.id): Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan Senin (4/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.
Mengutip CNBC, Selasa (4/8/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 5 persen dan ditutup di level US$80,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global melemah 4,7 persen ke posisi US$83,77 per barel.
Kejatuhan harga minyak terjadi setelah Trump mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan usai menerima permintaan dari Iran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
"Iran, bersama sejumlah negara di Timur Tengah, baru saja meminta kami untuk menunda serangan karena kerangka dasar sebuah kesepakatan telah disepakati," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Pernyataan tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mengurangi risiko terganggunya pasokan minyak global yang selama beberapa bulan terakhir dibayangi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Trump juga menyebut rancangan kesepakatan yang sedang dibahas mencakup pembukaan Selat Hormuz secara penuh serta penyelesaian ancaman nuklir Iran.
Sebelumnya, Presiden AS itu dikabarkan tengah mempertimbangkan gelombang serangan baru terhadap Iran setelah peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik semakin mengecil. Konflik kedua negara diketahui telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Trump bahkan mengklaim Washington dan Teheran akan menggelar perundingan pada Senin. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Iran.
Mengutip media pemerintah PressTV, Teheran menegaskan tidak ada agenda pembicaraan dengan Amerika Serikat. Perbedaan sikap kedua negara membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mencermati perkembangan situasi geopolitik di kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah Iran saat ini hanya melakukan pembicaraan dengan Oman terkait jalur pelayaran kapal melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, Trump kembali menegaskan komunikasi dengan Iran tetap berlangsung.
"Terlepas dari apakah Iran ingin mengakuinya atau tidak, kenyataannya kami sedang membahas solusi atas persoalan yang telah mereka timbulkan selama puluhan tahun," tulis Trump dalam unggahan lanjutan di Truth Social.
Meski masih terdapat perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran, keputusan Trump membatalkan rencana serangan dinilai cukup meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Sentimen tersebut mendorong harga minyak mentah terkoreksi tajam pada awal pekan, meski ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pergerakan pasar energi global. (Lip6)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda