Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Solar Inggris Tembus Rp48 Ribu per Liter, Cetak Rekor Tertinggi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 7.24 AM WIB
Harga Solar Inggris Tembus Rp48 Ribu per Liter, Cetak Rekor Tertinggi
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga solar atau diesel di Inggris menembus rekor tertinggi hingga hampir Rp48.300 per liter. Lonjakan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan pasar energi global akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Menteri Transportasi Inggris, Keir Mather, mengatakan, pasokan diesel di negaranya masih dalam kondisi kuat meski harga bahan bakar telah melonjak tajam. Pemerintah Inggris juga memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi energi global.

Rata-rata harga solar di Inggris kini mencapai 2 pound sterling atau hampir US$2,7 per liter. Dengan asumsi kurs Rp17.888 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp48.289 per liter.

"Pagi ini saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa Inggris memiliki sumber pasokan yang beragam dalam hal kebutuhan diesel," kata Mather kepada Sky News dikutip Anadolu, Sabtu (3/10/2026).

"Untuk alasan itulah sistem kami memiliki ketahanan," tambahnya, sembari menyampaikan bahwa Inggris sedang bekerja sama dengan AS, Badan Energi Internasional (IEA), dan mitra Eropa untuk menjaga kelancaran arus pasokan diesel.

Pemerintah Inggris juga memutuskan untuk tetap membekukan bea bahan bakar. Mather menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan terjadinya kelangkaan karena sistem pasokan yang dimiliki Inggris dirancang untuk menghadapi kondisi krisis.

Harga Solar Lampaui Rekor 2022

Organisasi otomotif RAC mencatat harga solar sempat mencapai rekor tertinggi 199,33 pen per liter pada awal pekan ini.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 199,09 pen per liter yang tercatat pada Juni 2022, setelah invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi global.

Kenaikan harga kali ini juga berlangsung sangat cepat. Harga diesel telah melonjak 59 pen per liter atau hampir 40% sejak konflik AS-Israel dengan Iran meletus pada akhir Februari.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Inggris masih bergantung cukup besar terhadap pasokan dari luar negeri. Lebih dari separuh kebutuhan diesel Inggris dipenuhi melalui impor, dengan sekitar 31% di antaranya berasal dari AS.

G7 Siapkan Langkah Hadapi Lonjakan Harga

Tekanan terhadap harga diesel tidak hanya menjadi persoalan Inggris. Secara terpisah, para pemimpin negara G7 telah sepakat untuk bekerja sama guna meredakan lonjakan harga diesel di pasar global.

Sejumlah langkah yang disiapkan mencakup fleksibilitas produksi, pelepasan cadangan strategis hingga 100 juta barel dalam empat bulan, serta menghindari pembatasan energi di antara negara-negara mitra.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dapat meminta negara-negara Eropa untuk merilis cadangan diesel mereka.

Trump juga mempertimbangkan opsi pembatasan ekspor bahan bakar dari AS, di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasar energi global.

Lonjakan harga diesel di Inggris menjadi gambaran bagaimana konflik geopolitik dapat dengan cepat merembet ke pasar energi dan meningkatkan biaya bahan bakar bagi masyarakat maupun sektor usaha. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement