Hari Ini Pemerintah Lelang 9 SUN, Kupon Hingga 7,25%


JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa (1/9/2026). Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan sembilan seri SUN dengan kupon tetap tertinggi mencapai 7,25%.
Melansir CNBC Indonesia, lelang dilakukan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dalam APBN 2026. Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, proses lelang dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB.
Adapun penyelesaian transaksi atau tanggal setelmen ditetapkan pada Kamis, 3 September 2026.
"Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026," sebagaimana dikutip dari keterangan pers DJPPR.
Pelaksanaan lelang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik.
Target Serapan Rp32 Triliun
Dalam lelang kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp32 triliun. Namun, pemerintah memiliki ruang untuk menyerap dana hingga 150% dari target tersebut atau maksimal sekitar Rp48 triliun.
Sebanyak sembilan seri SUN ditawarkan, terdiri dari tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan sistem diskonto dan enam seri Obligasi Negara (ON) berbunga tetap atau Fixed Rate (FR).
Berikut seri SUN yang ditawarkan:
Surat Perbendaharaan Negara (SPN):
SPN01261003 — seri baru, jatuh tempo 3 Oktober 2026.
SPN12261203 — reopening, jatuh tempo 3 Desember 2026.
SPN12270902 — seri baru, jatuh tempo 2 September 2027.
Obligasi Negara Fixed Rate (FR):
FR0110 — reopening, jatuh tempo 15 Mei 2032, kupon 7,25%.
FR0111 — seri baru, jatuh tempo 15 Maret 2037. Kupon akan ditetapkan pada 1 September 2026.
FR0106 — reopening, jatuh tempo 15 Agustus 2040, kupon 7,125%.
FR0107 — reopening, jatuh tempo 15 Agustus 2045, kupon 7,125%.
FR0102 — reopening, jatuh tempo 15 Juli 2054, kupon 6,875%.
FR0105 — reopening, jatuh tempo 15 Juli 2064, kupon 6,875%.
Khusus FR0111, pembayaran kupon dilakukan setiap enam bulan, yakni pada 15 Maret dan 15 September. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 15 September 2026.
Mekanisme Lelang SUN
Untuk seri SPN, pemerintah menetapkan alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 99% dari penawaran yang dimenangkan. Sementara untuk seri ON, alokasi non-kompetitif dibatasi maksimal 30% dari penawaran yang dimenangkan.
Penetapan yield bagi pemenang dengan penawaran non-kompetitif menggunakan yield rata-rata tertimbang dari hasil lelang dengan penawaran kompetitif.
Lelang SUN dilakukan melalui sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Prosesnya bersifat terbuka atau open auction dengan metode harga beragam atau multiple price.
Dengan mekanisme tersebut, peserta yang memenangkan lelang melalui penawaran kompetitif akan membayar berdasarkan yield yang mereka ajukan sendiri.
Sementara itu, peserta dengan penawaran non-kompetitif akan membayar berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari penawaran kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah juga memiliki kewenangan untuk menjual sembilan seri SUN tersebut lebih besar maupun lebih kecil dari target indikatif yang ditetapkan. Setiap SUN yang dilelang memiliki nominal per unit sebesar Rp1 juta.
Investor Wajib Lewat Peserta Lelang
Pemerintah membuka kesempatan bagi investor individu maupun institusi untuk mengikuti lelang SUN. Namun, penyampaian penawaran harus dilakukan melalui peserta lelang yang telah ditetapkan pemerintah.
"Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019," sebagaimana tertera dalam keterangan pers DJPPPR.
Sejumlah bank dan perusahaan sekuritas tercatat sebagai Dealer Utama sekaligus peserta lelang, di antaranya Citibank N.A., Deutsche Bank AG, Bank HSBC Indonesia, Bank Central Asia, Bank Danamon Indonesia, Bank Maybank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, hingga JP Morgan Chase Bank N.A.
Selain itu, terdapat BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia juga tercatat sebagai peserta dalam lelang SUN kali ini. (cnbci)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda