Hari Pertama TKA SD Diikuti 1,5 Juta Siswa, Wamen Fajar: Hadapi dengan Gembira dan JujurHari Pertama TKA SD Diikuti 1,5 Juta Siswa, Wamen Fajar: Hadapi dengan Gembira dan Jujur

JAKARTA (Waspada.id): Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza meminta para siswa peserta Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk tidak panik menghadapi tes. Ia menegaskan bahwa hasil TKA tidak menentukan kelulusan, sehingga siswa diminta tidak panik.
“Hadapi TKA dengan gembira dan jujur,” pesannya saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri Rawa Buntu 03, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (20/4/2026).
Wamendikdasmen Riza didampingi Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemdikdasmen) Toni Toharudin, Sekretaris BKPDM Muhammad Yusro, Kepala Sekolah SDN O3 Rawa Buntu Amir Mahmud serta pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Aslih.
Dikatakan Fajar, pada hari pertama ini TKA tingkat SD, peserta yang ikut mencapai 1,5 juta siswa kelas 6. Sekolah yang ikut dari seluruh Indonesia mencapai 175 ribu sekolah. Pelaksanaan TKA SD dijadwalkan sampai 30 April 2026.
Tentang pelaksaan TKA jenjang SMP yang berlangsung pada 6-16 April lalu, Ia menyampaikan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Tidak ada lagi kendala koneksi internet dan tidak ada kebocoran soal di media sosial seperti yang sempat terjadi pada jenjang sebelumnya,” katanya.
Fajar juga telah melakukan peninjauan di sejumlah daerah seperti Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan Wonogiri, Jawa Tengah, dan memastikan pelaksanaan berjalan baik.
Dalam kunjungannya ke SDN 03 Rawabuntu, Fajar melihat siswa telah siap mengikuti TKA. Para siswa disebut sudah familiar karena sebelumnya mengikuti simulasi.
“Tadi saya sampaikan kepada anak-anak agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin, satu mata pelajaran 75 menit, tidak perlu terburu-buru,” ujarnya.
Partisipasi Capai 90 Persen
Kepala BKPDM Toni Toharudin, menyebutkan tingkat partisipasi TKA SD tahun ini mencapai sekitar 90 persen.
“Sekitar 35 ribu siswa tidak ikut, antara lain karena TKA tidak bersifat wajib, ada sekolah yang belum memiliki kelas 6, serta keterbatasan sarana prasarana,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyusunan soal TKA dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, dengan komposisi 70 persen dari pusat dan 30 persen dari daerah.
Soal TKA berbentuk pilihan ganda dan dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skills (HOTS).
“Model soal bersifat naratif dan analitis untuk menguji kemampuan logika siswa, bukan sekadar deskriptif,” ujarnya.
Untuk setiap mata pelajaran, siswa mengerjakan 30 soal dalam waktu 75 menit. Hari pertama diisi dengan matematika dan numerasi, sementara hari berikutnya bahasa Indonesia dan asesmen lainnya.
Kendala Perangkat, Pelaksanaan Bergelombang
Dari sisi daerah, pengawas sekolah Kota Tangsel, Aslih mengatakan, pelaksanaan TKA secara umum telah siap. Namun, keterbatasan perangkat masih menjadi kendala di sejumlah sekolah.
Sebagai contoh, satu sekolah dengan 167 siswa hanya memiliki 20 perangkat, sehingga pelaksanaan dilakukan secara bergelombang hingga enam hari dalam tiga sesi per hari.
Pihak sekolah juga melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi kepada orang tua, penyediaan buku TKA melalui dana BOSP, hingga simulasi rutin bagi siswa.
“Kami juga menyiapkan genset untuk mengantisipasi gangguan listrik,” ujar kepala sekolah SDN Rawa Buntu 03.
TKA SD merupakan tes yang mengukur kemampuan dasar siswa, umumnya mencakup literasi membaca (Bahasa Indonesia), numerasi (matematika dasar) pemahaman konsep dasar pelajaran inti. Berbeda dengan ujian akhir yang menentukan kelulusan, TKA lebih berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan.
TKA membantu pemerintah melihat sejumlah hal. Diantaranya apakah siswa sudah menguasai kemampuan dasar, daerah mana yang perlu intervensi pendidikan serta efektivitas berbagai program yang dikeluarkan pemerintah.































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda