Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp22.000 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 7.18 AM WIB
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp22.000 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Ancaman keluarnya modal asing dari pasar saham Indonesia menjadi perhatian serius di tengah sorotan terhadap tata kelola pasar modal. Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, memperingatkan nilai tukar rupiah berpotensi terpuruk hingga Rp22.000 per dolar Amerika Serikat (AS) jika investor asing menarik dananya dari pasar saham domestik.

Peringatan tersebut muncul di tengah evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi dan tata kelola perdagangan saham. Kondisi ini dinilai berisiko menggerus kepercayaan investor global dan memicu arus modal keluar atau capital outflow.

Hashim menegaskan, pemerintah bersama otoritas terkait perlu segera membenahi berbagai praktik perdagangan saham yang tidak sehat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mencegah tekanan lebih dalam terhadap nilai tukar rupiah.

"Kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000–Rp21.000. Ada yang bilang Rp22.000," ujar Hashim dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Hashim, risiko tersebut semakin besar apabila ancaman penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market oleh MSCI benar-benar terjadi akibat persoalan tata kelola yang tidak kunjung dibenahi.

Jika kepercayaan investor asing terus melemah, arus modal keluar dari pasar saham domestik berpotensi meningkat. Tekanan tersebut pada akhirnya dapat merembet ke pasar valuta asing dan memperburuk pelemahan rupiah.

Hashim secara khusus menyoroti praktik penggorengan saham, terbatasnya porsi saham yang beredar di publik atau free float, hingga rasio harga saham terhadap laba (price-to-earnings ratio/PER) yang dinilainya sudah tidak wajar.

Persoalan tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

32,7 Juta Investor Saham Perlu Dilindungi

Hashim mengungkapkan, sekitar 32,7 juta warga Indonesia saat ini telah memiliki rekening investasi saham. Besarnya jumlah investor domestik tersebut membuat pemerintah perlu memastikan pasar modal berjalan secara transparan dan adil.

Ia menilai, pembenahan tata kelola tidak hanya dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan investor asing, tetapi juga untuk melindungi masyarakat yang telah menempatkan dananya di pasar saham.

"Ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai rupiah jadi Rp21.000, Rp22.000," tegas Hashim.

Selain berdampak terhadap pasar keuangan, pelemahan rupiah secara tajam juga berpotensi meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri.

Pasalnya, perusahaan maupun pihak lain yang memiliki kewajiban dalam valuta asing harus menyiapkan dana rupiah lebih besar ketika mata uang domestik melemah. Kondisi tersebut dapat menambah tekanan terhadap keuangan perusahaan dan memperbesar risiko bagi perekonomian nasional.

Karena itu, Hashim meminta pelaku usaha menghentikan praktik manipulasi saham dan mendukung upaya pembenahan tata kelola pasar modal.

Pemerintah dan otoritas terkait juga didorong mengambil tindakan tegas terhadap praktik perdagangan yang tidak sehat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas pasar modal, mempertahankan kepercayaan investor, serta meminimalkan risiko tekanan terhadap rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement