Hasil Reses DPRD Medan Diminta Segera Ditindaklanjuti


MEDAN (Waspada.id): Hasil reses anggota DPRD Kota Medan diminta segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD).
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung saat interupsi dalam rapat paripurna Laporan Pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Medan Tahun 2026 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I hingga V, Senin (31/8).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen bersama Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra. Hadir Wali Kota Medan Rico Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakyuddin Harahap, Pj Sekda Kota Medan, pimpinan OPD, serta anggota DPRD Kota Medan.
“Setelah paripurna ini, Pak Wali juga harus memandu semua OPD untuk melaksanakan apa yang kita inginkan dan segera diproses. Mana yang bisa dikerjakan lebih dulu, itu yang dikerjakan,” ujar Politisi PSI ini.
Menurutnya, hasil reses merupakan rangkuman aspirasi masyarakat yang harus mendapat tindak lanjut nyata dari pemerintah. Karena itu, pelaksanaan setiap aspirasi perlu dipantau sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung apa saja yang telah dikerjakan.
“Jadi hasil reses kita itu semua nanti terpantau, mana yang dikerjakan. Apa yang kita sampaikan itu semua nanti nampak,” katanya.
Ia berharap mekanisme tersebut dapat membuat tindak lanjut hasil reses lebih terukur dan transparan, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas laporan.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya kesesuaian antara perencanaan, pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui reses. Di antaranya pemasangan lampu penerangan jalan, pemotongan dan perawatan pohon serta pengorekan parit.
“Saya pikir itu bisa segera ditindaklanjuti, tidak usah menunggu penganggaran,” katanya.
Menurut Henry, langkah tersebut penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di Medan. Sejumlah pohon tumbang dan rumah warga mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
Karena itu, ia meminta Pemko Medan membuat program perawatan dan pemangkasan pohon secara rutin setiap hari hingga akhir tahun guna meminimalisasi risiko pohon tumbang dan membahayakan masyarakat.
Selain persoalan infrastruktur, ia menyoroti tingginya persoalan anak putus sekolah dan narkoba, khususnya di Kecamatan Medan Timur. Informasi tersebut diperoleh dari kegiatan pendidikan dan pertemuan dengan warga.
“Di sana banyak anak-anak putus sekolah dan banyak narkoba. Kita sudah pernah suarakan, tetapi saya lihat penanganannya hanya sekadar saja. Wali Kota Medan berkoordinasi dengan Kapolresta maupun Kapolda Sumut untuk memperkuat penanganan peredaran narkoba di wilayah tersebut," imbuhnya.
Sementara terkait anak putus sekolah, Wali Kota diminta menginstruksikan camat dan lurah melakukan pendataan sekaligus mencari solusi agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan.
Ia juga mengusulkan agar Wali Kota mendelegasikan tindak lanjut aspirasi hasil reses kepada Wakil Wali Kota jika kesibukan kepala daerah menjadi kendala.
“Kalau Saudara Wali Kota sangat sibuk dengan kegiatannya, saya usul didelegasikan kepada Wakil Wali Kota agar semua hasil reses, keluhan warga yang sudah disampaikan itu bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara Walikota Medan Rico Waas, meminta seluruh OPD Kota Medan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui hasil reses anggota DPRD Kota Medan. Bahkan, sejumlah aspirasi yang dinilai dapat dikerjakan tanpa menunggu proses penganggaran diminta langsung direalisasikan dalam pekan ini atau paling lambat pekan depan.
“Kami melihat banyak sekali laporan-laporan yang sejatinya cepat. Ada yang memang bisa dilaksanakan, mungkin tidak perlu menunggu waktu. Bahkan bisa pada minggu ini juga bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Wali Kota meminta Sekda segera mengumpulkan OPD terkait setelah rapat paripurna untuk memilah aspirasi yang dapat dikerjakan cepat. Ia juga meminta aspirasi yang telah ditindaklanjuti diinformasikan kepada anggota DPRD yang melaksanakan reses.
Ia juga menyoroti ketidakhadiran jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam rapat tersebut. Padahal, menurutnya, laporan hasil reses banyak memuat persoalan pohon yang membutuhkan perawatan dan pemangkasan.
“Kadis dan kabid-kabidnya kenapa tidak datang hari ini? Banyak sekali catatan tentang permasalahan pohon yang harus dibenahi,” katanya.
Rico Waas juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengawal seluruh hasil reses agar tidak berhenti sebagai laporan.
Ia mendukung adanya sistem yang memungkinkan aspirasi masyarakat dilacak perkembangannya, mulai dari usulan hingga tindak lanjut.
“Dikawal dengan baik ataupun dibuat sistem bagaimana aspirasi itu bisa dikawal, bisa di-tracking. Itu baik sekali,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya keluhan bahwa komunikasi dengan Wali Kota justru lebih mudah dibandingkan menghubungi sejumlah kepala OPD maupun kepala bidang.
“Saya rasa ini perlu jadi evaluasi. Pak Sekda, tolong ini menjadi perhatian. Berikanlah komunikasi yang terbaik agar nantinya kerja-kerja kita semakin baik. Kita evaluasi bersama. Kerja kita semakin cepat. Masyarakat butuh respons cepat kita,” pungkasnya. (wsp.id)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda