Breaking News
Memuat breaking news...

Hasto Kristiyanto Ziarah Ke Pusuk Buhit, Tekankan Pelestarian Budaya dan Danau Toba

Redaksi
Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026 - 11.37 AM WIB
Hasto Kristiyanto Ziarah Ke Pusuk Buhit, Tekankan Pelestarian Budaya dan Danau Toba
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto dan rombongan disambut tarian ketika melakukan ziarah kebudayaan dan spiritual ke Gunung Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya, nilai spiritual, dan kelestarian lingkungan Danau Toba.

Pesan tersebut disampaikannya saat mengagendakan ziarah kebudayaan dan spiritual ke Gunung Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8/2026) dan keterangannya diterima di Medan, Minggu (16/8).

Kunjungan ke Pusuk Buhit menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Hasto di Kabupaten Samosir. Ia dijadwalkan mendaki gunung tersebut pada malam hari setelah memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.

Dalam ziarah kebudayaan tersebut, Hasto didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Tim Hukum Johannes Oberlin Tobing, Juru Bicara Partai Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon.

Hasto menjelaskan, kunjungan ke Gunung Pusuk Buhit bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari proses memahami nilai-nilai kebudayaan dan spiritualitas yang hidup dalam masyarakat Batak.

Dalam mitologi masyarakat Batak, Pusuk Buhit dikenal sebagai tempat yang berkaitan dengan asal-usul Si Raja Batak dan sejarah awal manusia Batak. Menurut Hasto, kisah tersebut mengandung nilai filosofis dan moral yang relevan untuk terus dipelajari.

“Kami akan datang ke Gunung Pusuk Buhit. Tempat ini merupakan mitologi asal-usul manusia Batak pertama yang sangat penting. Di balik cerita-cerita rakyat yang berkembang, selalu disertai filosofi, nilai-nilai moral tentang kebaikan, serta kesadaran akan Sang Pencipta alam semesta,” ujar Hasto.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang berkembang dalam kebudayaan Nusantara memiliki keterkaitan erat dengan gagasan Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa, khususnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hasto menyebut Bung Karno mengajarkan bahwa kehidupan beragama di Indonesia harus berjalan seiring dengan kebudayaan, sikap saling menghormati, serta semangat persatuan.

“Bung Karno mengajarkan bahwa Ketuhanan di Indonesia adalah Ketuhanan yang berbudi pekerti, ketuhanan yang berkebudayaan, dan tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Republik Indonesia dibangun atas prinsip all for all dan one for all—semua untuk semua. Spiritualitas inilah yang harus terus kita jaga dari Tanah Samosir,” katanya.

Selain aspek kebudayaan dan spiritualitas, Hasto juga kembali menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba.

Menurutnya, status Danau Toba sebagai kawasan Global Geopark UNESCO harus diikuti dengan komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan kawasan.

Daya Dukung Lingkungan

Hasto mengingatkan agar pembangunan fasilitas publik dan penataan ruang di Kabupaten Samosir untuk jangka panjang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Termasuk di dalamnya menjaga ruang publik, kawasan sempadan danau, serta nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat setempat.

“Pembangunan Samosir hingga 100 tahun ke depan harus tetap memperhatikan keseimbangan alam, ruang publik dan sempadan danau, serta nilai spiritual yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Pusuk Buhit dan Danau Toba bukan hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan peradaban Indonesia yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui kunjungan ke Samosir dan ziarah kebudayaan ke Pusuk Buhit, Hasto menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila dengan menggali akar sejarah, kebudayaan lokal, spiritualitas serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Menjaga budaya, alam dan nilai-nilai luhur masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa,” pungkasnya. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement