Himapsi Dibentuk di Sergai Kembalikan Marwah Simalungun

SERGAI (Waspada.id): Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP Himapsi) mendorong dibentuk kembali DPC Himapsi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
Ketua DPP Himapsi, Dian Purba Tambak, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Himapsi dalam mempertahankan budaya Simalungun, termasuk di daerah yang masih banyak masyarakat Simalungun.
“Tujuan kita pertama sebagai tugas dan tanggung jawab. Kita adalah organisasi untuk mempertahankan budaya Simalungun. Maka kita juga akan mengembangkan sayap melalui daerah-daerah yang masih memiliki hubungan erat atau berbasis Simalungun,” kata Dian saat disambangi Waspada.id di Cafe Kijan Kecamatan Sei Rampah, Kamis (24/9/2026) sore.
Menurutnya, Sergai menjadi salah satu daerah yang memiliki hubungan dengan masyarakat Simalungun. Beberapa hari sebelumnya, pihaknya mendapat informasi dari sejumlah pemuda Simalungun di Sergai yang menginginkan Himapsi kembali dibentuk.
“Dulu sebelumnya ada, tapi karena seiring waktu mungkin sudah terjadi pergantian generasi dan terputus komunikasi untuk tetap mempertahankan Himapsi. Saat ini ada beberapa teman-teman dari Sergai yang sudah memberikan hatinya untuk membangun kembali orang-orang muda yang ada di Sergai,” ujarnya.

Dian mengatakan, pihaknya mengapresiasi pemuda yang sudah berinisiatif membentuk kembali kepengurusan Himapsi Sergai. Ia menyebut Himapsi merupakan organisasi yang berdiri sejak 1978 dan didirikan mahasiswa serta pemuda.
“Artinya organisasi yang mandiri, yang bisa berdiri sendiri untuk mempertahankan eksistensi budaya Simalungun,” katanya.
Kedatangan DPP Himapsi, lanjut Dian, sekaligus memberikan masukan mengenai tahapan yang harus dilakukan calon pengurus sebelum menjalankan organisasi.
“Tujuannya adalah bagaimana supaya kita mengembalikan warna dan marwah Simalungun di Serdang Bedagai,” ujarnya.
Dian menyebut masyarakat Simalungun masih terdapat di sejumlah kecamatan di Sergai. Karena itu, ia berharap para pemuda yang nantinya menjadi pengurus dapat lebih eksis, solid dan bekerja bersama.
Ia juga menegaskan Himapsi bukan satu-satunya organisasi yang mempunyai tugas melestarikan budaya Simalungun. Ada Partuha Maujana Simalungun (PMS), Ikatan Keluarga Simalungun dan dari sisi keagamaan ada Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
“Kita di sini sebagai tombak karena kita adalah pemuda yang masih enerjik, yang mampu bermanfaat dan mengerjakan hal-hal yang lebih sulit barangkali terkait tentang pelestarian Simalungun,” katanya.
Dian berharap kegiatan budaya Simalungun dapat kembali dilaksanakan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Ia juga berharap terjalin kerja sama dengan Pemkab Sergai.
“Artinya kita sangat mengharapkan ada kerja sama yang baik antara Himapsi nantinya dan juga dengan pemerintah dalam hal konteks budaya Simalungun,” cetusnya.
Terakhir, selain bidang budaya, Himapsi juga akan menjalankan fungsi kontrol sosial. Menurut Dian, kontrol sosial tidak hanya dalam bentuk kritik, tetapi juga memberikan masukan dan ikut membantu pembangunan daerah.
“Kontrol sosial bukan hanya kritik, tapi memberikan masukan dan membantu dalam hal membangun Kabupaten Serdangbedagai. Itu juga bagian daripada tugas Himapsi,” pungkasnya. (bs)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda