Breaking News
Memuat breaking news...

Hingga Maret 2026, 20 Ribu Pekerja Kena PHK

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 9 Mei 2026 - 9.48 AM WIB
Hingga Maret 2026, 20 Ribu Pekerja Kena PHK
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi dunia ketenagakerjaan nasional. Hingga Maret 2026, sekitar 20 ribu pekerja dilaporkan terdampak PHK akibat tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik internasional.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengungkapkan, sektor industri padat karya menjadi yang paling banyak mengalami pengurangan tenaga kerja pada kuartal pertama tahun ini.

“Saya belum tahu pasti, cuma memang sampai dengan bulan Maret 2026 kemarin ada sekitar lebih kurang 20 ribuan lebih yang terdampak (PHK),” ungkap Afriansyah dilansir dari liputan6.com, Sabtu (9/5/2026).

Meski belum merinci sektor maupun wilayah yang paling terdampak, Afriansyah mengakui kondisi ekonomi global memberi tekanan besar terhadap aktivitas usaha di Indonesia. Menurutnya, konflik geopolitik dan dinamika globalisasi turut mempengaruhi stabilitas bisnis nasional.

“Pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa, ya,” kata dia.

Tekanan ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir memang berdampak pada sejumlah industri, terutama sektor padat karya yang sangat bergantung pada permintaan ekspor dan kestabilan rantai pasok internasional.

Meski demikian, pemerintah meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak panik menghadapi situasi tersebut. Afriansyah menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh industri tetap tenang dan optimistis menghadapi tantangan ekonomi yang berkembang.

“Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang, Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu,” beber dia.

Pemerintah disebut terus memantau perkembangan ekonomi global sekaligus menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas sektor ketenagakerjaan di dalam negeri. (lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement