HSP ke-98, Bupati Tantang Pemuda Pidie Jaya Terjun Langsung dalam Pemulihan Pascabanjir


MEUREUDU (Waspada.id): Pemuda Pidie Jaya ditantang mengambil peran langsung dalam pemulihan pascabanjir, mulai dari membantu warga terdampak, menggerakkan aksi gotong royong, hingga mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon). Kontribusi generasi muda tidak boleh berhenti pada seruan solidaritas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di halaman Gedung MTQ Pidie Jaya, Rabu (28/10).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kecintaan terhadap tanah air, kegigihan menghadapi tantangan, dan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi dampak bencana.
Dalam masa pemulihan, keterlibatan pemuda dapat diwujudkan melalui pembersihan lingkungan dan fasilitas umum, membantu warga membersihkan rumah, menyalurkan bantuan secara terkoordinasi, serta mendukung pemulihan kegiatan pendidikan dan ekonomi masyarakat. Pemuda juga dapat berkontribusi melalui keahlian masing-masing, termasuk teknologi informasi, pendataan kebutuhan warga, dan penyebaran informasi resmi mengenai bantuan serta proses pemulihan.
Tidak kalah penting, pemuda perlu ikut mengawasi pelaksanaan rehab-rekon secara kritis dan konstruktif. Mereka dapat menyampaikan aspirasi masyarakat, melaporkan kebutuhan mendesak, serta mendorong transparansi dan ketepatan sasaran program pemulihan melalui saluran yang tersedia.
Keterlibatan tersebut harus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, aparat, relawan, dan lembaga terkait agar bantuan tepat sasaran serta kegiatan di lapangan berjalan aman dan efektif.
Semangat patriotik, gigih, dan berempati juga menuntut pemuda untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi persoalan daerah. Kepedulian harus melampaui solidaritas sesaat dan berlanjut menjadi keterlibatan yang konsisten hingga masyarakat terdampak mampu kembali menjalani kehidupan secara normal.
Peringatan HSP ke-98 menjadi momentum untuk menguji sejauh mana semangat kepemudaan diwujudkan dalam tindakan. Pemuda Pidie Jaya ditantang bukan hanya lantang berbicara tentang perubahan, tetapi juga hadir membantu masyarakat, menawarkan solusi, dan ikut memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Kini saatnya pemuda Pidie Jaya turun tangan bergerak membantu warga terdampak, menghidupkan kembali gotong royong, mengawal pemulihan secara bertanggung jawab, dan mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat. Jangan menunggu daerah pulih dengan sendirinya. Ambil bagian sesuai kemampuan, karena masa depan Pidie Jaya membutuhkan pemuda yang bekerja nyata, bukan sekadar menyampaikan janji. (Nas)
Berita Terkait








































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda